FITNESS & HEALTH

Studi: Tomat Merupakan Sumber Vitamin D Terbaik Selain Ikan dan Produk Susu

Yuni Yuli Yanti
Senin 30 Mei 2022 / 13:19
Jakarta: Seperti diketahui, vitamin D dapat membantu melindungi tulang dan menjaga kesehatan otot serta gigi. Sumber vitamin D terbaik pun biasanya terdapat pada ikan dan produk susu. 

Namun, studi yang diterbitkan oleh Jurnal Ilmiah Nature Plants menemukan bahwa selain kedua makanan tersebut, tomat menjadi sumber vitamin D baru dan ini merupakan kabar baik untuk para vegetarian. 

Melansir dari CNN, tim peneliti mengubah gen tomat menggunakan teknologi CRISPR-Cas9 untuk mengandung prekursor vitamin D. Jika proses ini diadopsi secara komersial oleh petani dan produsen, tomat ini dapat membantu mengatasi kekurangan vitamin D, yang menurut penelitian dapat memengaruhi satu miliar orang di seluruh dunia.

"Penemuan menarik ini tidak hanya meningkatkan kesehatan manusia tetapi juga berkontribusi pada manfaat lingkungan yang terkait dengan lebih banyak pola makan nabati," Guy Poppy, seorang profesor ekologi di University of Southampton, mengatakan kepada Science Media Center di London. 

Suplemen vitamin D memang tersedia secara luas di banyak negara, tetapi Cathie Martin, seorang profesor di John Innes Center di Norwich, Inggris, mengatakan bahwa mengonsumsi tomat jauh lebih baik daripada minum pil atau suplemen.

“Saya pikir memiliki sumber makanan (vitamin D) dalam bentuk tanaman juga berarti Anda bisa mendapatkan manfaat tambahan dari makan tomat. Lagi pula, kita tidak cukup makan buah dan sayuran. Tomat juga mengandung sumber vitamin C yang baik untuk tubuh," tutur Martin pada konferensi pers.


(Tomat yang gen-nya diedit atau diubah ini tampak tidak dapat dibedakan dan rasanya pun tetap sama dengan tomat biasa. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)
 

Vitamin sinar matahari

Sumber utama vitamin D bagi kebanyakan orang adalah makanan, tetapi tubuh kita juga membuat mikronutrien ketika kulit terkena sinar UVB. Itulah mengapa kadang-kadang disebut vitamin sinar matahari. 

Para ilmuwan memanfaatkan proses serupa pada tanaman tomat. Senyawa dalam kulit yang dapat membuat vitamin D dikenal sebagai 7-DHC, atau provitamin D3, juga ditemukan dalam daun tanaman tomat dan buah hijau mentah.

Para peneliti memblokir gen pada tanaman tomat yang biasanya mengubah provitamin D3 menjadi kolesterol, yang memungkinkan provitamin D3 terakumulasi dalam buah tomat matang.

Untuk mengubah provitamin D3 menjadi vitamin D3 yang membantu tubuh kita, tomat dirawat dengan sinar UVB. Studi ini menemukan bahwa provitamin D3 dalam satu tomat, setelah diubah menjadi vitamin D3 akan setara dengan jumlah vitamin D3 yang terkandung dalam dua telur ukuran sedang atau 28 gram (1 ons) tuna.

Sementara, sebuah percobaan di Inggris sedang menilai apakah menanam tanaman tomat di luar ruangan, di mana mereka akan terkena sinar matahari alami, secara otomatis akan menghasilkan konversi 7-DHC menjadi vitamin D3.

"Buah pertama diharapkan matang pada akhir Juni. Tomat juga bisa dijemur setelah dipetik, menghilangkan kebutuhan untuk pengobatan dengan sinar UVB," tambah Martin. 

Tim peneliti berharap ini bisa menjadi insentif bagi produsen untuk menanam dan memproduksi tomat biofortifikasi. Tomat yang gen-nya diedit atau diubah ini tampak tidak dapat dibedakan dan rasanya pun tetap sama dengan tomat biasa. Selain itu, pengeditan gen juga tidak memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, atau hasil rencana tersebut,"tutuprekan penulis Jie Li, seorang peneliti pascadoktoral di John Innes Centre.
(yyy)

MOST SEARCH