FITNESS & HEALTH

Berisiko Alami Berbagai Gangguan Kesehatan, Bayi Prematur Harus Rutin Dipantau

Medcom
Rabu 16 November 2022 / 17:10
Jakarta: Prof. Dr. dr, Rinawati Rohsiswatmo selaku Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi mengungkapkan bahwa anak yang terlahir prematur harus dipantau. Lantaran mereka lahir kurang dari 37 minggu, bayi prematur masuk dalam kategori risiko tinggi terhadap gangguan kesehatan.

“Semua anak butuh dipantau, terlebih bayi prematur. Mereka punya risiko serta tantangan yang lebih kompleks dibandingkan anak-anak yang lahir cukup bulan di awal kelahirannya,” ujar Prof Rina dalam bincang virtual dengan tema: Peran Orang Tua Untuk Dukung Anak Prematur Tumbuh Sehat dan Berprestasi.

Setidaknya, ada empat hal yang perlu orang tua perhatikan dalam tumbuh kembang anak yang mengalami lahir secara prematur, yaitu physical health, learning and cognition, mental health, dan juga quality of life.

Physical health sendiri terdiri atas beberapa macam seperti general health, pertumbuhan, gangguan minum, gangguan saraf, dan juga gangguan lainnya. Penyakit seperti gangguan pernapasan, susah menelan air, cerebral palsy, hingga gangguan penglihatan bisa terjadi.

Bahkan, anak yang mengalami kelahiran prematur juga berisiko mengalami gangguan pertumbuhan stunting, di mana pertumbuhan otak sang anak tidak berkembang secara optimal.

“Inilah mengapa pertumbuhan anak perlu dimonitor dengan pengisian grafik pertumbuhan serta pemantauan aspek perkembangan. Perhatikan kesinambungannya. Jangan pernah banding-bandingkan dengan anak lain, karena ini unik dan hanya milik si anak itu sendiri,” katanya.

Prof. Rinawati mengimbau kepada orang tua bahwa mereka tidak boleh acuh dalam memantau anak yang memiliki kondisi berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan. Ia mengatakan bahwa pemantauan anak pun harus dilakukan hingga sang anak beranjak dewasa untuk menjadi SDM yang unggul.

Lebih lanjut, Prof. Rinawati juga mengungkapkan bahwa ketika anak masuk sekolah, kesehatan metabolik menjadi perhatian khusus. Sebab anak akan mengalami pubertas baik tepat waktu atau terlalu dini yang disebabkan oleh gangguan hormon.

"Inilah salah satu alasan mengapa pemantauan anak-anak prematur harus dilakukan sesering mungkin dengan melibatkan berbagai macam dokter spesialis." pungkasnya.

Aulia Putriningtias
 
(FIR)

MOST SEARCH