FITNESS & HEALTH

Studi Beberkan Dampak jika Anak Terlalu Sering Konsumsi Makanan Cepat Saji

Medcom
Rabu 21 September 2022 / 13:12
Jakarta: Makanan cepat saji atau biasa disebut fastfood memang diketahui tidak baik untuk kesehatan. Ternyata, bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun juga bisa merasakan dampaknya jika diberikan makanan cepat saji, lho.

Studi yang dipublikasikan oleh Clinical Pediatrics melakukan penelitian terhadap 11.740 siswa, mulai dari kelas 5 SD hingga 8 SMP. Data tersebut dikumpulkan oleh Pusat Statistik Pendidikan Nasional dan diurutkan oleh berbagai peneliti di Universitas Ohio State.

Menurut penelitian, anak-anak yang mengonsumsi makanan cepat saji dapat merugikan pendidikan dari segi cara mereka berpikir. Selain itu, makanan cepat saji juga dapat membuat obesitas pada anak-anak.

“Ada banyak bukti bahwa mengonsumsi makanan cepat saji dapat menimbulkan obesitas pada masa kanak-kanak. Namun, masalahnya tidak berakhir di sana. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji, akan merusak performa anak-anak di kelas,” ujar Kelly Purtell, salah satu penulis studi penelitian.

Penelitian dilakukan oleh kelas 5 SD, diuji dengan membaca dan memahami mata pelajaran matematika dan sains. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji 4-6 kali per minggu pada kelas 5 SD, menunjukkan performa lebih rendah pada kelas 8 SMP di mata pelajaran tersebut.

Sedangkan, anak-anak yang memakan makanan cepat saji 1-3 kali dalam seminggu, mengalami penurunan performa di bidang matematika, dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengonsumsi makanan cepat saji.

Penelitian ini dikabarkan masih dilakukan penelitian lapangan lebih lanjut. Namun, mengetahui bahaya makanan cepat saji untuk dewasa pun seharusnya menyadarkan bahwa fastfood juga lebih berbahaya jika dimakan oleh anak-anak.

Orang dewasa, khususnya para orang tua didorong untuk menuntun anak agar selalu mengonsumsi makanan yang sehat, sesuai anjuran yaitu 4 sehat 5 sempurna. Hal ini harus dilakukan sejak dini.

Namun, bukan berarti makanan cepat saji dilarang. Hanya saja tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi terlalu sering. Kamu bisa sediakan makanan yang tinggi nutrisi dan vitamin jika anak-anak sedang mengkonsumsi makanan cepat saji untuk membantu mengembalikan nutrisi si anak.

Aulia Putriningtias
 
(FIR)

MOST SEARCH