FITNESS & HEALTH

5 Kebiasaan Makan yang Berpotensi Meningkatkan Tekanan Darah

Mia Vale
Rabu 28 September 2022 / 08:00
Jakarta: Memiliki tekanan darah yang sehat memungkinkan oksigen dan banyak nutrisi untuk mencapai jaringan dan organ dalam tubuh. Tetapi jika tekanan darah terlalu tinggi, tentu dapat menempatkan tubuh pada peningkatan risiko stroke, gagal jantung, kehilangan penglihatan, dan lain sebagainya.

Hampir setengah dari semua orang dewasa memiliki tekanan darah tinggi, menjadikannya suatu kondisi yang paling sering dialami. Sementara, genetika dan usia adalah faktor yang berperan dalam risiko. Sayangnya, kendali akan pilihan diet, merokok, atau gaya hidup tidak berpartisipasi dalam aktivitas fisik. 

Nah, selain gorengan, alkohol, dan makanan terlalu asin yang harus dihindari, ada beberapa makanan yang yang tanpa disadari secara diam-diam dapat meningkatkan tekanan darah, seperti:
 

Tambahan saus asin pada makanan

Tahukah kamu, saus tertentu yang biasanya ditambahkan ke masakan tumis, makanan ikan panggang, dan pilihan lain yang tampaknya sehat juga bisa penuh dengan natrium. Hanya satu sendok makan kecap mengandung 818 miligram natrium, atau sedikit lebih dari 35 persen dari asupan mineral yang direkomendasikan (berdasarkan batas natrium harian 2.300 miligram). 

Dan pasta miso yang ditambahkan ke sup dan hidangan lainnya mengandung sedikit lebih dari 600 miligram sodium per sendok makan, atau 26 persen dari asupan harian yang direkomendasikan.
 

Terlalu banyak tambahan gula

Ternyata, selain garam, tambahan gula juga dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan tekanan darah. Melansir dari laman Eat This Not That, asupan gula tambahan yang tinggi dapat meningkatkan risiko obesitas, yang pada gilirannya dapat meningkatkan tekanan darah. 

American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi gula tambahan tidak lebih dari enam persen kalori setiap hari, yang merupakan aturan praktis yang baik. Makanan umum dengan tambahan gula termasuk kue kering, permen, dan kue.


(Makanan laut seperti salmon mengandung kadar merkuri lebih rendah dan dianggap dapat menurunkan tekanan darah. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

Tidak makan lemak sehat

Salmon, udang, dan pollock Alaska adalah semua pilihan makanan laut yang mengandung kadar merkuri lebih rendah dan menawarkan lemak sehat, termasuk asam lemak omega-3. Data menunjukkan bahwa konsumsi ikan berlemak secara konsisten dapat menurunkan tekanan darah diastolik pada populasi tertentu. 

Peningkatan asupan asam docosahexaenoic (DHA), asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam makanan laut pun bermanfaat bagi pencegahan utama tekanan darah tinggi, menurut meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients.
 

Kurang makanan kaya magnesium

Asupan magnesium yang cukup dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah. Sayangnya, sebanyak setengah dari populasi orang dewasa diperkirakan mengonsumsi makanan yang kekurangan magnesium. Oleh karena itu, cobalah minum segelas susu per hari dan nikmati segenggam kenari pada waktu camilan, atau mengiris alpukat ke dalam sandwich di siang hari.
 

Terlalu banyak makan daging asap

Ada banyak daging dendeng dan daging asap di luar sana yang dipasarkan sebagai pilihan yang lebih baik. Meskipun, dibuat dengan bahan-bahan berkualitas, sebagian besar pilihan daging tersebut masih mengandung natrium. Tidak peduli seberapa alami dan sehat merek daging dendeng atau daging asap itu, kamu wajib selalu memeriksa label nutrisi sebelum mengonsumsinya untuk memastikan bahwa pilihanmu bukan 'bom' natrium.
(yyy)

MOST SEARCH