FITNESS & HEALTH

Risiko yang Mungkin Dialami jika Tubuh Kurang Melakukan Aktivitas Fisik

Raka Lestari
Jumat 10 September 2021 / 18:05
Jakarta: Selama pandemi covid-19 banyak orang yang mungkin berkurang intensitasnya dalam menjalani aktivitas fisik. Tidak hanya berolahraga, aktivitas fisik juga bisa termasuk berjalan kaki, membersihkan rumah, melakukan aktivitas yang membuat tubuh kita bergerak. Dan ternyata, jika kurang melakukan aktivitas fisik maka akan berdampak pada tubuh kita.  

“Kita ini diciptakan untuk bergerak. Itu nomor satu,” ujar dr. Leny Pintowari, SpKO, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), dalam acara Press Conference Anlene Virtual Race.

"Coba lihat pasien yang dirawat di rumah sakit, 1 bulan diam saja di tempat tidur. Semua tulang dan ototnya mengecil dan menjadi susah bergerak. Itu menunjukkan bahwa kalau kita tidak bergerak, semua itu turun. Otot langsung kelihatan, akan mengecil,” jelas dr. Leny.  

Aktivitas fisik ini, menurut dr. Leny, kalau kita tidak lakukan maka konsekuensinya dari mulai yang terlihat yaitu otot sampai yang tidak terlihat.

"Apa saja yang tidak terlihat? Jantung kita jadi tidak terlatih, lari sedikit langsung berdebar kencang jantungnya. Nafasnya tidak terlatih,” kata dr. Leny.

Menurut dr. Leny, tubuh kita merupakan suatu kesatuan antara satu sistem dengan sistem lainnya. Begitu ada satu sistem yang tidak beres, akan berdampak pada sistem lainnya dan bakal berpengaruh ke semua.

"Penyakit akan banyak sekali. Kegemukan pasti terjadi, bisa jadi DM itu. Apalagi kalau makannya tidadk dijaga, bisa jadi hipertensi, sakit jantung, dan lain-lain,” jelas dr. Leny.
 

Lalu, jika ingin melakukan olahraga kapan waktu yang terbaik?


Itu bisa tergantung kesibukanmu masing-masing. Yang perlu diwaspadai adalah, jangan melakukannya pada malam hari. Jadi dilihat juga kalau malam hari harus adalah waktu beristirahat.

"Kalau waktu tidur kita jam 10 malam, berarti aktivitas olahraga maksimal berhenti di jam 8 malam,” saran dr. Leny.

“Ada waktu di mana badan kita perlu menurunkan sistem metabolisme, supaya badan kita bisa istirahat. Jangan terlalu dekat dengan waktu tidur. Dan untuk pemula boleh melakukan olahraga selama 20 menit. Dibagi dua menjadi 10 menit setiap sesinya,” saran dr. Leny.

Untuk waktu ideal berolahraga, menurut dr. Leny adalah sekitar 15-30 menit atau sampai maksimal 1 jam. Lebih dari itu perlu dikonsultasikan terlebih dahulu karena laktat di badan kita akan bertambah banyak saat kita berolahraga.


Hi Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/OVO @Rp50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkedan. Salam hangat.
(FIR)

MOST SEARCH