FITNESS & HEALTH

Apakah Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Telur?

Raka Lestari
Selasa 27 Oktober 2020 / 06:05
Jakarta: Telur merupakan salah satu sumber makanan yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Telur juga sangat kaya akan protein yang dibutuhkan tubuh. Dan karena kaya akan manfaat, beberapa orang menganggap bahwa telur bisa digunakan untuk menurunkan berat badan.

Dilansir dari Medical News Today, berikut ini adalah alasan mengapa telur baik untuk menurunkan berat badan:


Telur kaya akan nutrisi dan rendah kalori


Satu butir telur berukuran sedang mengandung sekitar 78 kalori dan beberapa nutrisi penting lain seperti lutein dan zeaxanthin, yang merupakan antioksidan untuk mendukung kesehatan mata. Telur juga mengandung vitamin D yang dapat membantu kesehatan tulang dan fungsi imun. Serta kolin, yang dapat meningkatkan sistem metabolisme tubuh dan membantu perkembangan otak janin.
 

Telur kaya akan protein 


Protein dapat membantu penurunan berat badan karena dapat mengenyangkan. Dan telur merupakan sumber protein yang baik. Satu butir telur bisa mengandung sekitar 6 gram protein. Beberapa riset menemukan bahwa mengonsumsi sarapan yang kaya akan protein dapat meningkatkan rasa kenyang.


Telur dapat meningkatkan sistem metabolisme


Mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, seperti telur dapat meningkatkan sistem metabolisme melalui proses yang dinamakan efek termal makanan. Hal itu terjadi karena tubuh membutuhkan ekstra kalori untuk mencerna dan memproses nutrisi dalam makanan.


Kesimpulan 


Telur merupakan sumber makanan yang rendah kalori dan kaya akan berbagai macam nutrisi. Mengonsumsi telur mungkin dapat membantu menurunkan berat badan, terutama jika seseorang menggabungkannya dengan pola makan yang mengontrol asupan kalori.

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa telur dapat meningkatkan aktivitas pada metabolisme tubuh dan meningkatkan rasa kenyang. Mengonsumsi telur sebagai sarapan, dapat mencegah seseorang untuk mengonsumsi kalori berlebihan pada hari itu.

Untuk menurunkan berat badan, hindari memasak telur dengan menambahkan terlalu banyak lemak, seperti dari butter atau minyak. Jika seseorang memiliki risiko untuk penyakit kardiovaskular, sebaiknya mereka hanya mengonsumsi putih telurnya saja dan melakukan monitor atau melakukan pemantauan terhadap asupan kolesterol mereka secara hati-hati.
(YDH)

MOST SEARCH