FITNESS & HEALTH

Hati-hati, Jamur Mematikan Ini Berubah saat Masuk ke dalam Jaringan Otak

Mia Vale
Senin 26 September 2022 / 12:00
Jakarta: Kedengarannya sedikit seperti premis film horor, tetapi para ilmuwan telah menentukan bahwa jamur patogen Cryptococcus neoformans benar-benar berubah ukurannya begitu memasuki tubuh dan meningkatkan kemungkinan infeksi. 

Seperti diketahui, di alam liar, jamur dapat ditemukan di berbagai habitat yang berbeda, seperti kayu yang membusuk atau di kotoran burung. Ini menunjukkan keserbagunaan yang sama di dalam tubuh setelah dihirup, berjalan dari paru-paru melalui aliran darah ke organ lain. 

Temuan baru berdasarkan penelitian pada tikus pada akhirnya dapat membantu kita mengobatinya dengan lebih efektif. "Sel Cryptococcus di paru-paru sangat beragam dengan ukuran dan penampilan yang berbeda," ujar ahli patologi Jessica Brown, dari University of Utah, seperti yang dinukil dari Science Alert.

Sudah menyadari bahwa jamur dapat tumbuh hingga 10 kali ukuran normalnya di paru-paru, para ilmuwan mulai mencoba dan mencari tahu mengapa sel dengan ukuran tertentu ditemukan begitu dalam di wilayah inang. Jamur menginfeksi tikus dengan C. neoformans dalam berbagai ukuran, para peneliti menemukan bahwa itu adalah sel terkecil yang cenderung menemukan jalan mereka ke otak.

Bukan itu saja, tim peneliti juga mendeteksi perubahan pada permukaan sel yang lebih kecil dan perbedaan gen yang aktif pada jamur tersebut. Mereka menyarankan bahwa 'sel benih' ini bukan hanya versi jamur yang menyusut, tetapi sesuatu yang sangat berbeda. Perubahan ini mungkin didukung oleh fosfat, berdasarkan eksperimen para ilmuwan.


(Penyebaran vaskular sel benih. Denham et al., Sel Host & Mikroba, 2022. Foto: Dok. Science Alert)

Fosfat tidak hanya dilepaskan dari sel inang ketika jaringan rusak selama infeksi, unsur ini juga banyak terdapat dalam kotoran burung. Ini tampaknya menjadi katalis bagi jamur yang mampu berubah bentuk, yang mungkin membantunya menginfeksi inangnya dan mencapai otak. 

Selain itu, cara jamur mampu beradaptasi begitu cepat dengan lingkungan yang berbeda adalah kunci keberhasilannya menyebar ke seluruh tubuh, klaim para peneliti.

Dalam percobaan tikus, sel benih ini mampu sampai ke otak dalam hitungan hari. Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa penyusutan yang sama juga terjadi pada manusia, dan untuk menemukan obat yang dapat menghalangi proses ini dan mencegah C. neoformans menyebabkan kerusakan pada tubuh. 

Bersama dengan penelitian terbaru tentang bagaimana jamur menembus penghalang darah-otak yang menjaga otak, peneliti secara bertahap meningkatkan pemahaman kami tentang trik yang digunakan jamur mematikan ini untuk menyebarkan infeksinya.
(yyy)

MOST SEARCH