FITNESS & HEALTH

Studi: Serangan Jantung Bisa Diprediksi Lebih Awal

Raka Lestari
Sabtu 16 Januari 2021 / 19:07
Jakarta: Sebuah studi dilakukan oleh Edith Cowan University. Studi tersebut menunjukkan bahwa, penumpukan kalsium di arteri utama di luar jantung dapat memprediksi serangan jantung atau stroke di masa mendatang.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of American Heart Association ini dapat membantu dokter mengidentifikasi orang yang berisiko terkena penyakit kardiovaskular, yang terjadi selama bertahun-tahun sebelum gejala muncul.

Dikutip dari Science Daily, dengan menganalisis 52 penelitian sebelumnya, tim peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami kalsifikasi aorta perut (AAC), memiliki risiko dua hingga empat kali lebih tinggi untuk mengalami kejadian kardiovaskular di masa depan.

Studi ini juga menemukan bahwa semakin banyak kalsium di dinding pembuluh darah, semakin besar risiko kejadian kardiovaskular di masa depan. Orang dengan AAC dan penyakit ginjal kronis berada pada risiko yang lebih besar daripada mereka yang berasal dari populasi umum dengan AAC.

Kalsium yang menumpuk di dinding pembuluh darah dan arteri dapat mengeras, menghalangi suplai darah atau menyebabkan pecahnya plak. Ini merupakan penyebab utama serangan jantung dan stroke. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap klasifikasi arteri di antaranya adalah pola makan yang buruk, gaya hidup yang tidak banyak bergerak, merokok, dan genetik.

Peneliti utama studi tersebut, Associate Professor Josh Lewis dari ECU's School of Medical and Health Sciences, mengatakan bahwa temuan tersebut menawarkan petunjuk penting mengenai kesehatan jantung.

"Penyakit jantung seringkali merupakan silent killer karena banyak orang tidak tahu bahwa mereka berisiko atau bahwa mereka memiliki tanda peringatan dini, seperti klasifikasi arteri perut atau koroner," katanya.

"Aorta abdominalis adalah salah satu tempat pertama di mana penumpukan kalsium di arteri dapat terjadi, bahkan sebelum terjadi di jantung. Jika kita mengambilnya lebih awal, kita dapat mengintervensi dan menerapkan perubahan gaya hidup dan pengobatan untuk membantu menghentikan perkembangan penyakit," tutupnya.
(FIR)

MOST SEARCH