FAMILY

Studi: Orang Kesepian Kemungkinan Lebih Susah Berhenti Merokok

Kumara Anggita
Selasa 19 Januari 2021 / 14:56
Jakarta: Kesepian dalam waktu yang lama yang mungkin dirasakan beberapa orang dalam masa karantina covid-19 ini, bukanlah situasi yang baik. Studi menemukan kebiasaan merokok bisa menjadi lebih buruk saat seseorang merasak kesepian.

Dikutip dari Daily Mail, peneliti Inggris mengungkapkan bahwa kesepian meningkatkan kemungkinan, seseorang mulai merokok dan meningkatkan jumlah rokok yang dihisap per hari, sekaligus menghambat kemungkinan untuk berhenti merokok. Tim di University of Bristol menggunakan data genetik dan survei dari ratusan ribu orang untuk menyimpulkan bahwa kesepian adalah penyebab langsung dari merokok.

Rokok dianggap menjadi sumber penghiburan atau pereda kecemasan, atau sekadar menyediakan aktivitas yang biasa dilakukan yang dapat mengisi waktu lama. Ironisnya lagi, merokok juga dianggap meningkatkan kesepian orang, kemungkinan karena nikotin mengganggu dopamin di otak.

“Kami sangat tertarik untuk mengetahui bahwa kesepian mengurangi kemungkinan berhenti merokok dan kami pikir ini adalah pertimbangan yang sangat penting bagi mereka yang mencoba berhenti merokok selama pandemi,” ungkap rekan penulis utama Dr Robyn Wootton di Bristol Medical School.
 

Rokok sebagai cara untuk mengatasi perasaan sedih


Selain itu, penelitian juga menggunakan beberapa teori untuk menjelaskan mengapa kesepian meningkatkan kebiasaan merokok.

"Perokok cenderung menggunakan rokok sebagai cara untuk mengatasi perasaan sedih. Kemungkinan perasaan kesepian atau depresi, yang sangat berkorelasi, dapat mengurangi kapasitas orang untuk menolak merokok,” kata penulis senior Dr Jorien Treur kepada MailOnline..

“Selain itu, kebosanan, yang mungkin berasal dari perasaan atau benar-benar sendirian, mungkin juga meningkatkan kecenderungan orang untuk merokok.” paparnya.

Orang yang kesepian juga cenderung tidak memiliki dukungan sosial untuk membantu upaya mereka menghentikan kebiasaan tersebut. Untuk lebih pastinya, para peneliti menyarankan penelitian lebih lanjut dilakukan.
(FIR)

MOST SEARCH