FAMILY

Untuk Pasutri, Ini Intensitas Ideal Berhubungan Badan

Kumara Anggita
Rabu 25 November 2020 / 18:00
Jakarta: Setiap orang melakukan hubungan seks dengan jumlah berbeda. Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior pada 2017 menunjukkan bahwa, rata-rata orang dewasa berhubungan seks 54 kali setahun atau sekali seminggu, pada dasarnya.

Jadi apakah normal bila kamu melakukan lebih dari jumlah itu? Dikutip dari Health, Rebecca C. Brightman, MD, menyebutkan bahwa sesungguhnya tidak ada angka ‘normal’ jumlah seseorang berhubungan seks. Selama tidak ada keluhan, maka jumlah berhubungan seks kamu itu ‘normal’ saja.

"Definisi sering berhubungan seks bervariasi dan jika terasa enak dan tidak menyakitkan, maka seks pada frekuensi berapa pun tidak apa-apa," kata Dr. Brightman yang merupakan asisten profesor klinis kebidanan, ginekologi, dan kedokteran reproduksi di The Icahn School of Medicine di Mount Sinai Health System di New York City kepada Health.

Namun, tak ada salahnya mengetahui beberapa tanda bahwa kamu mungkin harus memberi tubuhmu kelonggaran dari seks, bila kamu mau.
 

Risiko berhubungan seks terlalu banyak bagi perempuan


Sherry A. Ross, dokter kandungan dan ahli kesehatan perempuan menyebutkan bahwa bahaya fisik utama dari banyak berhubungan seks adalah pembengkakan vagina dan labia yang berlebihan.

"Dengan banyak rangsangan seksual, vagina dan labia menjadi penuh dengan darah, dan ini dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit yang berlebihan saat berhubungan seksual," jelas Sherry yang bekerja di Santa Monica, California dan penulis she-ology and she-ology. the she-quel pada health.

Sesi seks yang lama juga bisa menyebabkan pelumasan alami vagina mengering, yang bisa menimbulkan gesekan dan nyeri. Dr. Ross juga mengatakan bahwa kekeringan vagina juga dapat terjadi pada perempuan menopause, yang mengakibatkan sensasi terbakar di dalam vagina selama kontak seksual dan penetrasi.

“Jika kamu mengalami pembengkakan atau nyeri pada vagina setelah kontak seksual, tinggalkan seks sampai kamu merasa baik-baik saja," kata Dr. Brightman.

Jika pembengkakan tampak berlebihan, cobalah kompres es untuk meredakan nyeri. Lain kali jika kamu melakukannya, pertimbangkan untuk menggunakan pelumas vagina atau minyak kelapa extra virgin untuk seks dengan durasi yang lebih panjang.
 

Risiko berhubungan seks terlalu banyak bagi laki-laki


"Pria juga dapat mengalami ketidaknyamanan yang sama ketika mereka berlebihan berhubungan seks. Penis bisa mengalami nyeri, bengkak, dan lecet, dan seorang pria mungkin kesulitan buang air kecil,” papar Dr. Ross.

Dalam beberapa kasus, efek samping dari banyak berhubungan seks mungkin membutuhkan perhatian medis. Bila kamu memliki keluhan terkait ini, segera periksakan diri ke penyedia layanan kesehatan.
(FIR)

MOST SEARCH