FITNESS & HEALTH

Kenapa Kamu Menangis Setiap Hari?

Kumara Anggita
Kamis 21 Januari 2021 / 07:05
Jakarta: Menangis adalah hal yang baik. Ini dapat membuat perasaanmu lebih lega dan badanmu terasa lebih rileks setelahnya. 

Kendati demikian, bila ini terjadi setiap hari, Mungkin kamu perlu mengidentifikasi alasan di balik tangisan itu terus muncul.

Dikutip dari Healthline, ada beberapa alasan mengapa seseorang menangis lebih sering dibandingkan biasanya antara lain:
 

Depresi


Depresi adalah gangguan mood yang membuat kamu terus merasakan kesedihan yang berlangsung lebih dari beberapa minggu. Kegiatan yang pernah kamu anggap menyenangkan mungkin tidak lagi menarik bagi kamu. Gejala depresi mungkin termasuk:

- Kesedihan dan kesuraman

- Perasaan putus asa atau tidak berharga

- Energi rendah

- Kesulitan berkonsentrasi
 

Tangisan kamu mungkin terkait dengan depresi jika kamu:


- Menangisi hal-hal kecil atau kesulitan mengidentifikasi mengapa kamu menangis

- Menangis lebih dari biasanya

- Kesulitan menghentikan air mata 


Menangis berlebihan lebih mungkin terjadi jika depresi kamu  lebih ringan. Orang dengan depresi berat sering kali kesulitan menangis atau mengekspresikan emosi lainnya.
 

Kecemasan  


Kita semua memiliki saat-saat ketika kita gugup dan cemas. Namun, dengan kecemasan berbeda, kamu lebih sering merasa khawatir dan gugup, bahkan mungkin setiap hari. Gejala sering kali meliputi:

- Kegelisahan atau lekas marah

- Kekhawatiran yang berlebihan

- Ketegangan otot

- Kelelahan

- Kesulitan fokus atau konsentrasi

- Kesulitan tidur
 

Pseudobulbar Affect (PBA)


Tangisan, tawa, atau perasaan marah yang tiba-tiba tidak terkendali bisa menjadi gejala dari kondisi yang disebut pseudobulbar mempengaruhi (PBA). PBA adalah keadaan neurologis tidak disengaja yang terkait dengan cedera atau gangguan di bagian otak kamu yang mengendalikan emosi kamu.

Terkadang disebut inkontinensia emosional, emosi tidak terkontrol yang terkait dengan PBA sering kali tidak sesuai dengan perasaan yang kamu alami. PBA sering terjadi pada orang yang memiliki:

- Riwayat stroke

- Penyakit Parkinson

- Penyakit Alzheimer

- Demensia

- Amyotrophic lateral sclerosis (ALS), juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig

- Multiple sclerosis (MS)
 

Cari bantuan 


Jika kamu memiliki gejala depresi atau kecemasan, atau respons emosional yang terasa tidak benar, jangan mencoba menahannya sendiri. Gangguan mood bisa berdampak negatif pada setiap bagian hidup kamu. Ini termasuk hubungan, pekerjaan, atau sekolah kamu. Hal-hal itu  juga membuat kamu lebih rentan terhadap penyakit fisik.

Bicarakan dengan dokter kamu tentang apa yang kamu alami. Dokter  mungkin merujuk kamu ke psikiater atau terapis yang berspesialisasi dalam menangani orang-orang yang memiliki gangguan mood.
(YDH)

MOST SEARCH