FITNESS & HEALTH

Dampak Perkosaan pada Sisi Psikologis

Yatin Suleha
Rabu 25 Mei 2022 / 17:46
Jakarta: Tentunya kita sempat mengetahui apa yang dialami oleh aktor Aming Supriatna Sitanggang. Aktor serba bisa yang akrab disapa dengan Aming ini beberapa waktu lalu sempat mengungkapkan pernah memiliki pengalaman dilecehkan yang ia tuangkan dalam YouTube bersama Denny Sumargo.

Hal yang diluar dugaan adalah si pelaku merupakan orang terdekat dari Aming sendiri. Dalam pandangan Psikolog anak, remaja, dan keluarga Efnie Indrianie, M.Psi dari Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, memang ada sebagian orang yang mengalami peristiwa traumatis yang berhubungan dengan sexual abuse pelakunya justru memang orang-orang terdekat. 

"Kedekatan dan 'trust' yang diberikan kerap dimanfaatkan. Orang-orang yang tega melakukan hal tersebut pada orang-orang terdekat justru karena mereka pada umumnya tidak mampu mengendalikan sexual drive mereka. Sexual drive yang berlebihan akan melemahkan fungsi prefrontal lobe otak dalam proses mengendalikan diri," buka Efnie pada Medcom.id.
 

Lalu timbul pertanyaan, "Mengapa tak berani menolak?"


Psikolog Efnie mengatakan biasanya, mereka tidak sekedar menjadi korban dari sexual abused tersebut. Namun, pelaku biasanya diberikan intimidasi tertentu yang membuat secara psikologis mereka tidak berdaya. 

"Hal ini yang membuat korban seolah kehabisan energi untuk melakukan perlawanan atau mencari pertolongan saat kejadian maupun sesudahnya," jelas Efnie lagi.
 

Akankah korban 'healing' atau sembuh?


Psikolog Efnie mengatakan "luka batin" yang dapat muncul adalah dalam bentuk perasaan traumatis, merasa diri tidak berharga yang tentunya bisa merusak self concept dan self esteem. Hal ini bisa terjadi sepanjang hidup dan membuat kondisi psikis korban menjadi terganggu. 

"Mereka dikatakan move on apabila saat mengingat hal tersebut perasaan mereka sudah tidak gelisah lagi. Memorinya akan tetap ada sepanjang hidup, namun perasaannya sudah tenang dan damai," ujar psikolog yang juga menulis buku "Survive Menghadapi Quarter Life Crisis" ini.

dampak dari perkosaan
(Psikolog Efnie memberikan masukan jika teman atau sahabat mengalami hal tersebut, tetap berikan social support pada mereka. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Kemudian, kapan harus mendapatkan bantuan psikolog?


"Mereka harus segera mencari bantuan psikolog jika peristiwa tersebut sudah memunculkan trauma yang mendalam yang membuat orang yang bersangkutan menjadi tidak produktif dalam menjalani hidup sehari-hari karena kondisi psikis yang tidak tenang," beber Efnie.

"Selain itu, jika merasa semakin tidak berdaya dan tidak mampu menanggulangi berbagai emosi negatif yang muncul seperti takut, cemas, marah, kecewa, dan lainnya. Hal terburuk adalah saat kita sudah masuk pada kondisi psychological disorder seperti gangguan kecemasan, trauma, depresi, dan lainnya," jelas Efnie.

Ia berpesan, di saat terdapat kawab atau sahabat kita yang mengalaminya, tetap berikan social support

"Intinya adalah berikan social support. Luangkan waktu lebih mendengarkan untuk mendengarkan keluhan mereka, menguatkan perasaan mereka dengan menerima mereka apa adanya dan mengajak mereka untuk tetap mau terlibat aktif dan kehidupan sosial."

"Sampai pada tahap mendampingi mereka ke profesional saat mereka membutuhkan terapi pemulihan mental," pungkas Efnie.
(TIN)

MOST SEARCH