BEAUTY

Kulit Kering hingga Keriput, Ini 5 Dampak Stres pada Wajah

Medcom
Rabu 18 Mei 2022 / 07:00
Jakarta: Setiap orang pasti mengalami stres. Mulai dari tingkat stres yang ringan hingga berat. Bila sudah masuk tahap kronis, stres dapat memberi dampak serius pada kesehatan. Bahkan, stres juga bisa meninggalkan bekas di wajah!

Stres kronis dapat terlihat di wajah dengan dua cara. Pertama, hormon yang dilepaskan tubuh saat kamu merasa stres dapat menyebabkan perubahan fisiologis yang berdampak negatif pada kulit. Kedua, merasa stres juga dapat menyebabkan kebiasaan buruk seperti menggertakkan gigi atau menggigit bibir. 

Nah, berikut tanda-tanda stres yang dapat terlihat di wajah sehingga kamu bisa mengantisipasinya, seperti: 
 

1. Kulit kering

Stratum corneum adalah lapisan luar pada kulit. Ini mengandung protein dan lipid yang memainkan peran penting dalam menjaga sel kulit agar tetap terhidrasi. Ini juga bertindak sebagai penghalang yang melindungi kulit di bawahnya. Ketika stratum korneum tidak berfungsi sebagaimana mestinya, kulitmu bisa menjadi kering dan gatal.
 

2. Jerawat

Saat merasa stres, tubuh memproduksi lebih banyak hormon kortisol. Dan kortisol ini menyebabkan bagian otak, hipotalamus menghasilkan hormon yang disebut hormon pelepas kortikrotopin (CRH). 

Melansir Healthline, CRH dianggap merangsang pelepasan minyak kelenjar sebaceous di sekitar folikel rambut. Pada akhirnya, produksi minyak yang berlebihan oleh kelenjar ini dapat menyumbat pori-pori sehingga menyebabkan timbulnya jerawat. 


(Kebanyakan orang mengaku jerawatan ketika stres. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

3. Kantung mata

Kantung di bawah mata ditandai dengan pembengkakan atau bengkak di bawah kelopak mata. Mereka menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia karena otot pendukung di sekitar mata melemah. Selain itu, kulit kendur yang disebabkan oleh hilangnya elastisitas juga dapat menyebabkan kantung mata.

Penelitian menemukan bahwa stres yang disebabkan oleh kurang tidur meningkatkan tanda-tanda penuaan, seperti garis halus, elastisitas berkurang, dan pigmentasi yang tidak merata. Hilangnya elastisitas kulit juga dapat berkontribusi pada pembentukan kantong di bawah matamu loh!


(Stres juga dapat menyebabkan pengerutan alis berulang kali yang juga berkontribusi pada pembentukan kerutan. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

 

4. Ruam

Stres berpotensi melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di usus dan kulit yang dikenal sebagai disbiosis. Ketidakseimbangan ini terjadi pada kulit yang dapat menyebabkan kemerahan atau ruam.

Stres diketahui dapat memicu atau memperburuk beberapa kondisi yang dapat menyebabkan ruam atau kulit meradang seperti psoriasis, eksim dan dermatitis kontak.
 

5. Keriput

Stres menyebabkan perubahan pada protein di kulit dan mengurangi elastisitasnya. Hilangnya elastisitas ini dapat berkontribusi pada pembentukan kerutan.

Stres juga dapat menyebabkan pengerutan alis berulang kali yang juga berkontribusi pada pembentukan kerutan.
(yyy)

MOST SEARCH