End Google Analytics -->
BEAUTY

8 Kesalahan saat Memakai Deodoran yang Harus Kamu Hentikan

Mia Vale
Jumat 02 Desember 2022 / 08:00
Jakarta: Salah satu rutinitas menjaga kebersihan harian yang umum adalah mengoleskan deodoran ke ketiak untuk mencegah bau badan. Namun, walaupun kamu melakukannya setiap hari, tentu saja masih ada kesalahan. Dan beberapa kesalahan umum ini kerap dilakukan tanpa disadari. 

Untuk itu, The Healthy telah merangkum kecerobohan paling populer dan tips yang diberikan dari pakar kesehatan kulit guna memperbaikinya. Simak ulasannya berikut ini!
 

Beda deodoran dan antiperspiran

Menurut Fayne Frey, dokter kulit dan pendiri FryFace, kebanyakan antiperspiran mengandung garam aluminium, terkadang dicampur dengan garam zirkonium, yang mengikat protein di saluran kelenjar keringat. Ini menciptakan sumbat saluran keringat yang untuk sementara mengurangi produksi keringat. 

Sedangkan, deodoran merupakan produk topikal yang menetralkan bau di mana menggunakan bahan yang membunuh beberapa bakteri yang berkontribusi terhadap perkembangan bau badan atau sekadar menutupinya. "Mereka tidak mengurangi jumlah keringat yang dikeluarkan dan tidak akan membuat ketiak kering," jelas Tsippora Shainhouse, MD, FAAD, dokter kulit bersertifikat di Los Angeles.


Menerapkannya tepat setelah bercukur

Berhati-hatilah saat menggunakan deodoran atau antiperspiran setelah bercukur, terutama saat menggunakan produk dengan kandungan alkohol lebih tinggi. Ini dapat menyebabkan iritasi, menurut Alisha Plotner, MD, seorang dokter kulit di The Ohio State University Wexner Medical Center di Columbus, Ohio.
 

Deodoran pelapis

Lapisan deodoran baru tidak akan membuat tetap segar jika berada di atas bau kemarin. Pun perlu mengoleskan produk pada kulit yang bersih dan kering agar dapat menempel langsung ke permukaan. Jika dilapisi di atas produk yang lebih lama (terutama krim kental atau padat) kemungkinan akan kurang efektif.
 

Dipakai saat pagi hari

Berlawanan dengan kepercayaan populer, kamu sebenarnya harus menggunakan deodoran di malam hari, sebelum tidur. Deodoran dan antiperspiran paling efektif untuk kulit saat saluran keringat kurang aktif dan kelembapannya, minimal, seperti saat sedang tidur. 

"Deodoran harus selalu dioleskan pada kulit yang bersih dan kering, sebaiknya mandi di malam hari, tepuk-tepuk kulit hingga kering dengan handuk, lalu gunakan deodoran," jelas Joel Schlessinger, MD, dokter kulit bersertifikat dan kontributor RealSelf.


(Ingat, formula kandungan alkohol pada deodoran yang lebih tinggi, seperti semprotan dan gel, dapat mengiritasi jenis kulit sensitif. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

Tidak memakai setiap hari

Sebenarnya, tergantung pada tubuh dan jenis deodoran/antiperspiran yang digunakan. "Mungkin, kamu tidak perlu menggunakannya setiap hari," ucap dokter kulit Dove, Alicia Barba, MD, di Miami. Beberapa antiperspiran dibuat untuk bertahan selama 48 jam, yang berarti aplikasi harian tidak penting. Jika ragu, baca labelnya, atau cukup bersihkan dan aplikasikan kembali.
 

Lupa melembapkan

Frey menyarankan untuk mengoleskan pelembap berbasis dimetikon, seperti Aveeno Daily Moisturizing Lotion, ke ketiak di pagi hari untuk meminimalkan iritasi. Untuk alternatif yang lebih alami, Sharla Martin, direktur spa di Windsor Court Hotel di New Orleans, merekomendasikan pelembap dengan minyak kelapa. Minyak kelapa menenangkan kulit kering dan dapat mengurangi kehilangan air pada kulit yang sangat kering. Ini memiliki sifat antibakteri alami dan sangat menyejukkan kulit di tempat-tempat halus itu.
 

Menggunakan produk yang salah

Penting untuk mempertimbangkan jenis kulit dan masalah atau kepekaan kulit apa pun yang mungkin dimiliki saat memilih deodoran. Formula kandungan alkohol yang lebih tinggi, seperti semprotan dan gel, dapat mengiritasi jenis kulit sensitif. Seperti halnya formula yang sangat wangi. Rawatlah kulit di bawah lengan  seperti yang dilakukan pada kulit wajah.
 

Perbedaan kekuatan reguler dan klinis

Antiperspiran biasa harus menunjukkan pengurangan 20 persen dalam pembentukan sumbat saluran keringat, sedangkan kekuatan klinis harus menunjukkan pengurangan 30 persen. Bagi orang dengan kulit sensitif sebaiknya menghindari antiperspiran dengan wewangian serta formula kekuatan ekstra. Sebagai gantinya cari produk yang mengandung dimethicone, yang juga dapat mencegah iritasi pada individu yang rentan.
(yyy)

MOST SEARCH