BEAUTY

Catat, 5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Mencuci Wajah

Mia Vale
Selasa 04 Oktober 2022 / 07:00
Jakarta: Mencuci wajah bukanlah hal yang sulit. Namun, sebuah survei yang pernah dilakukan pada tahun 2017 menemukan bahwa 80 persen orang Amerika membuat setidaknya satu atau lebih kesalahan umum saat membersihkan wajah mereka. Salah satunya, mereka lalai membersihkan wajah sebelum tidur. 

Padahal, Joshua Zeichner, MD, direktur penelitian kosmetik dan klinis di departemen dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City, mengatakan ada banyak manfaat yang bisa didapat bila mencuci wajah dengan benar.

"Sebut saja, bisa menghilangkan kotoran sehingga mencegah timbulnya jerawat. Membersihkan kulit wajah dari penumpukan polusi, meminimalkan kerusakan radikal bebas yang disebabkan oleh partikel di udara. Dan penumpukan ini berhubungan dengan penuaan dini. Terlebih lagi, mencuci wajah adalah kunci untuk menghilangkan sel-sel mati yang menumpuk di kulit dan berkontribusi pada kulit kusam, sehingga kulit menjadi lebih sehat dan lebih bercahaya," ungkap Zeichner.

Rutinitas mencuci yang tepat penting untuk semua orang, terutama mereka yang menderita eksim dan rosacea. Menurut Zeichner, dalam kondisi ini penghalang kulit secara alami melemah dan meningkatkan risiko peradangan. 

Nah, berikut ini adalah lima larangan ketika kamu mencuci wajah menurut dokter kulit yang dirangkum dari laman Everyday Health:
 

Jangan bilas wajah dengan air panas

"Mencuci wajah dengan air panas dapat menyedot kelembapan dari kulit, membuatnya kering dan mungkin teriritasi," papar Dendy Engelman, MD, dokter kulit kosmetik bersertifikat dan ahli bedah Mohs di Shafer Clinic di New York City. Lebih lanjut ia menjelaskan air panas dapat menyebabkan kemerahan pada wajah,  terutama jika kamu memiliki kulit sensitif atau rosacea.

Dr Engelman merekomendasikan air dingin atau air hangat untuk mencuci wajah. Ini cocok untuk semua jenis kulit dan dapat mengencangkan kulit dengan merangsang aliran darah dan meningkatkan sirkulasi. 

"Untuk kulit yang rentan jerawat, air dingin dapat mengatur produksi sebum atau minyak kulit, yang pada gilirannya dapat meminimalkan ukuran pori dan mencegah berjerawat. Mereka yang memiliki kulit sensitif juga mendapat manfaat dari mencuci muka dengan air dingin karena air panas akan mengeringkan kulit dengan menghilangkan kadar minyak yang dibutuhkan untuk mempertahankan kelembapan," imbuh Dr Engelman.
 

Jangan gunakan toner

Produk pembersih saat ini jauh lebih efektif daripada di masa lalu, jadi toner tidak selalu diperlukan untuk menghilangkan kotoran dan minyak sepenuhnya. "Saya biasanya merekomendasikan toner atau astringent hanya jika merasa pembersih wajah tidak bekerja dengan sendirinya," tandas  Zaichner. 

Jika memilih untuk menggunakan toner, Zeichner merekomendasikan toner dengan asam alfa hidroksi untuk membantu menghilangkan minyak dan meminimalkan munculnya pori-pori.
 

Jangan salah menggosok kulit

Untuk pembersihan yang lembut namun menyeluruh, alat terbaik untuk mencuci wajah, ada di ujung jari. Tidak hanya lebih lembut dan lebih kecil kemungkinannya untuk mengiritasi kulit dibandingkan waslap atau spons, menurut American Academy of Dermatology Association (AAD). Dengan ujung jari, merupakan kesempatan bagus untuk mempraktikkan perawatan diri dengan memberi pijatan ringan pada wajah.
 

Jangan lewatkan pelembap

Meskipun ingin membersihkan wajah dengan baik, tentu kamu tidak ingin mengupas kulit minyak esensial secara berlebihan atau menyebabkan kekeringan. Setelah mencuci, direkomendasikan mengunci hidrasi dengan pelembap ringan.

Jika menggunakan obat jerawat atau produk anti-penuaan seperti retinol, Zeichner merekomendasikan untuk menerapkan produk tersebut setelah memakai pelembap, karena pelembap bertindak sebagai penyangga untuk membantu meminimalkan potensi iritasi.
 

Jangan lakukan eksfoliasi setiap hari

Pengelupasan adalah bagian penting dari setiap rejimen cuci muka yang sehat, tetapi mungkin berlebihan jika dilakukan setiap hari. "Pengelupasan terlalu sering dapat menghilangkan kadar minyak dari kulit Anda dan menciptakan sensitivitas yang tidak beralasan," terang Dr Engelman.

Menurutnya, ketika kulit berada di bawah tekanan konstan seperti ini, sebenarnya itu dapat menyebabkan  peradangan, kerutan, dan penuaan yang dipercepat. Sementara itu, sikat pembersih wajah sangat bagus untuk merangsang aliran darah ke kulit dan memberikan pembersihan ekstra dalam.

"Yang terbaik adalah membatasi penggunaannya satu atau dua kali seminggu. Pasalnya, pemakaian yang terlalu sering, dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan bahkan merusak pelindung kulit," Engelman.
(yyy)

MOST SEARCH