FITNESS & HEALTH

Awas! Sakit Punggung Bisa Jadi Gejala Omicron

Mia Vale
Minggu 13 Februari 2022 / 12:00
Jakarta: Tanda-tanda khas covid-19 seperti demam, kelelahan, kehilangan indra penciuman dan perasa sudah banyak diketahui masyarakat. Namun, gejala tersebut sedikit bergeser begitu gejala pilek dan sakit tenggorokan muncul mengikuti munculnya Omicron

Tapi bagaimana dengan keluham lain seperti sakit punggung? Ya, salah satu gejala Omicron yang harus dicermati dan diwaspadai adalah rasa nyeri yang tak biasa pada sendi, utamanya bagian bahu dan punggung. 

Tak hanya dua bagian itu, nyeri sendi dan otot juga dirasakan di leher, dan lutut. Dan rasa sakit yang dirasakan bisa muncul dan hilang sewaktu-waktu. Bahkan, rasa nyeri bisa berubah menjadi seperti mati rasa atau kesemutan dan rasa lemas pada lengan dan kaki.
 

Perubahan gaya hidup 


Secara anekdot, Colin Haines, MD, FACS, seorang ahli bedah tulang belakang di Virginia Spine Institute, mengatakan, Omicron tampaknya menjadi penyebab tertinggi terjadinya nyeri punggung. 

“Pandemi covid-19 telah mengakibatkan peningkatan nyeri punggung secara keseluruhan,” ujar Haines, seperti yang dilansir dalam Verywell Health. 

Selama pandemi, hampir semua kegiatan seperti sekolah atau belajar, bekerja dikerjakan dari ruma. Menatap layar dan ponsel dengan postur membungkuk kerap kita lakukan seharian. 

Dengan kata lain, selain postur tubuh yang buruk, banyak orang yang mengalami rasa sakit karena penyelarasan postur yang buruk. 

"Setiap sakit otot atau ketidakseimbangan cenderung menyebabkan sakit punggung dan itu sepertinya bisa terlihat dalam Omicron,” ucap Thomas McNally, MD, direktur medis dari Spine Center di Chicago Center for Orthopaedics and Robotic-Assisted Surgery di Weiss Hospital. 

Tak hanya itu, menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur pun lebih rentan terhadap sakit punggung. Sebagian besar nyeri punggung dan leher yang terjadi selama infeksi Omicron terkait dengan peningkatan jumlah tidur karena kelelahan, tidur dalam posisi asing untuk mengakomodasi batuk, atau menempatkan tubuh pada posisi yang tidak nyaman.


Sakit Punggung jadi gejala Omicron
(Menggunakan antiperadangan dan peregangan lembut dapat meringankan sebagian besar nyeri punggung. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Bisa karena peradangan 


Sifat peradangan covid-19 adalah penyebab utama nyeri punggung dan sendi. Infeksi virus dapat menyebabkan peradangan yang dapat merusak otot dan persendian kita. 

Ketika peradangan menetap di otot dan persendian punggung, rasa sakit bisa terjadi. Mungkin sakit punggung tampak seperti gejala yang tidak nyaman. Namun itu bisa menjadi tanda peringatan untuk masalah yang lebih besar jika terus berlanjut selama lebih dari beberapa hari, baik terkait covid-19 atau tidak. 
 

Gejala awal covid-19


Sebagaimana dinukil dari laman NHS, nyeri otot dan sendi yang tidak biasa ini bisa menjadi gejala awal covid-19, yang sering muncul saat awal setelah terinfeksi.

Biasanya, itu berlangsung berkisar dua hingga tiga hari. Tetapi, bisa berlangsung lebih lama untuk hilang seiring bertambahnya usia.

- Pada usia anak-anak, gejala ini bisa bertahan hingga empat hari
- Pada usia 16-35 tahun, gejala ini bisa bertahan selama 5 hari
- Pada usia 35-65 tahun, gejala ini bisa bertahan hingga 7 hari
- Pada usia di atas 65 tahun, gejala ini bisa bertahan hingga 8 hari

Namun, tak jarang nyeri otot yang berkaitan dengan covid-19 ini bisa bertahan lebih lama. Bahkan ini biasanya dilaporkan pada orang-orang yang mengalami long covid yang tetap mengalami gejala hingga waktu yang alami setelah sembuh.
 

Mengobati sakit punggung


Ibuprofen telah terbukti membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan akibat infeksi covid-19 tanpa efek buruk. Menggunakan antiperadangan dan peregangan lembut dapat meringankan sebagian besar nyeri punggung. 

Setelah kamu tidak menunjukkan gejala, olahraga yang mudah akan membantu menghilangkan nyeri punggung dan sendi untuk selamanya.
(TIN)

MOST SEARCH