FITNESS & HEALTH

Studi: Konsumsi Jenis Teh Ini dapat Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Medcom
Kamis 22 September 2022 / 08:00
Jakarta: Teh hitam, hijau, atau oolong dianggap memiliki manfaat lebih dibandingkan teh lainnya. Bahkan, mengonsumsi setidaknya empat cangkir teh per hari ternyata bisa mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Penelitian yang akan dipresentasikan pada Pertemuan Tahunan Asosiasi Eropa untuk Studi Diabetes di Stockholm minggu ini mengungkapkan bahwa minum setidaknya empat cangkir teh per hari telah dikaitkan dengan risiko 17 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2 selama periode rata-rata 10 tahun.

Xiaying Li, penulis pertama penelitian dan mahasiswa pascasarjana di Universitas Sains dan Teknologi Wuhan di Tiongkok juga mempelajari hubungan antara minum teh dan risiko diabetes tipe 2. Namun, hasilnya tidak konsisten.

Sementara, penulis abstrak pertama kali mempelajari 5:199 orang dewasa tanpa riwayat diabetes tipe 2, berpartisipasi dalam China Health and Nutrition Survey (CHNS). Dalam penelitian ini, peneliti justru melihat semakin banyak cangkir teh hijau, oolong, atau hitam yang dikonsumsi, semakin rendah terkena diabetes tipe 2.


(Polifenol dalam teh memiliki sifat antioksidan yang membantu mencegah atau menunda kerusakan sel dalam tubuh. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

Memang peneliti memperingati bahwa penelitian mereka tidak membuktikan bahwa minum teh bisa mengurangi risiko diabetes tipe 2, namun hasilnya menunjukkan jika mengonsumsi teh mungkin berkontribusi dalam mengurangi penyakit tersebut.

"Bisa jadi orang yang minum lebih banyak teh menghindari atau lebih jarang minum minuman manis yang lebih berbahaya atau setara, atau memiliki perilaku kesehatan lain yang membuat mereka memiliki risiko diabetes tipe 2 lebih rendah," kata Naveed Sattar, seorang profesor kedokteran metabolik di Universitas Glasgow.

Lebih lanjut, Xiaying Li menambahkan komponen tertentu dalam teh, seperti polifenol, dapat mengurangi konsentrasi glukosa darah dengan menghambat aktivitas-glukosidase dan/atau menghambat aktivitas enzim lain, tetapi zat bioaktif dalam jumlah yang cukup diperlukan agar efektif.

National Cancer Institute pun menjelaskan polifenol sendiri merupakan zat yang ditemukan di banyak tanaman dan memberi warna pada beberapa bunga, buah, dan sayuran. Zat ini memiliki sifat antioksidan yang membantu mencegah atau menunda kerusakan sel dalam tubuh.

Yang perlu diingat, pilihan gaya hidup penting untuk mengelola risiko diabetes tipe 2. Jadi, bukan hanya terus menerus mengonsumsi teh, tetapi harus menjaga gaya hidup sehat seperti olahraga teratur dan makan cukup buah, sayuran, dan biji-bijian.


Aulia Putriningtias
(yyy)

MOST SEARCH