FITNESS & HEALTH

Menstruasi Pertama Datang Lebih Dini, Ini Dampak yang Harus DIwaspadai

A. Firdaus
Jumat 03 Juni 2022 / 15:16
Jakarta: Dalam penelitian yang dilakukan Moelyo pada 2019, adanya angka menarche dini yang lebih tinggi di kelompok tahun lahir yang lebih muda. Selain itu 33% persen responden sudah mengalami menarche pada usia 11 tahun.

"Jadi makin ke sini anak-anak perempuan mengalami menarche lebih cepat. Setidaknya dari penelitian tersebut, sepertiganya sudah mengalami menarche pada usia 9, 10, dan 11 tahun," terang Ahli Gizi Beta Sindiana S.Gz.

Ketika anak perempuan mengalami menarche dini, ada beberapa dampak yang bakal dirasakan oleh mereka. Di antaranya:
 

1. Risiko penyakit tidak menular


Pada penelitian yang dilakukan Maditias 2015, menarche dini dapat meningkatkan risiko obesitas abdominal atau obesitas central. Kemudian masalah kardiovaskular, resistensi insulin, dan juga hipertensi.

"Kenapa sih lebih berisiko? Karena menarche dini itu berhubungan dengan status gizi dan berhubungan dengan persen lemak dalam tubuh. Jadi kalau itu dipelihara terus, dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular," kata Beta.  
 

2. Risiko kanker payudara


Meningkatkan risiko kanker payudara, kanker rahim, dan endometriosis. Karena semakin mereka cepat anak perempuan mengalami menarche, maka mereka akan lebih lama merasakan terpapar hormon estrogen.

"Hormon estrogen itu yang memicu terjadinya sel-sel kanker," ujar Beta.
 

3. Kehamilan dini


Dengan mengalami menarche dini, maka anak perempuan bisa meningkatkan peluang kehamilan dini. Yang mana, jika mereka lebih cepat hamil namun kondisinya belum siap, maka mereka cenderung mengalami kehamilan berisiko. Sehingga menyebabkan kematian maternal.

Untuk itu, jika pola makan dan gaya hidup yang salah terus dipelihara, bukan tidak mungkin usia menarche semakin lama semakin muda. Selain itu pola hidup sedentari dan konsumsi makanan tinggi yang mengandung gula, garam, dan lemak, memiliki kolerasi signifikan dengan kejadian menarche dini.

"Untuk itu sangat penting dilakukan promosi dan edukasi mengenai menstruasi, pedoman gizi seimbang, dan gaya hidup sehat kepada anak-anak dan remaja perempuan," tutup Beta.
(FIR)

MOST SEARCH