FITNESS & HEALTH

Pentingnya Deteksi Dini dalam Penanganan Kanker Prostat

Raka Lestari
Kamis 09 September 2021 / 12:00
Jakarta: Deteksi dini dan penanganan secara tepat sangat penting untuk meningkatkan usia harapan hidup pasien kanker prostat

Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kepedulian terhadap kanker prostat mengingat penyakit ini merupakan kanker kedua terbanyak yang terjadi pada pria menurut menurut World Cancer Research Fund pada 2018.

Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U (K), Kepala Departemen Urologi FKUI-RSCM mengatakan bahwa sangat disayangkan karena sebagian besar pasien didiagnosis ketika sudah pada stadium lanjut. Hal ini karena deteksi dini kasus kanker prostat belum optimal di Indonesia.

“Salah satu tahapan penting dalam memulai tatalaksana kanker prostat adalah deteksi dini dan ini harus dilakukan sesegera mungkin," ujar dr. Irfan dalam acara Virtual Media Briefing.

"Pasien kanker prostat yang didiagnosisdan ditatalaksana pada stadium dini, ternyata memiliki angka harapan hidup selama 10 tahun mencapai di atas 90 persen," terang dr. Irfan.

Ia menambahkan, "Angka ini akan menurun sampai menjadi 50 persen apabila ditemukan pada stadium lanjut. Di Indonesia saat ini terdapat cukup  banyak angka kejadian kasus kanker prostat baru yang ditemukan dalam stadium lanjut," kata dr. Irfan.

"Oleh karena itu perlu dilakukan upaya program deteksi dini yang lebih baik dan efisien. Tercatat, menurut beberapa publikasi terakhir menunjukkan kebanyakan pasien datang pada saat stadium 4. Kebanyakan dari mereka datang/terdiagnosa pada usia 60-79 tahun," tutur dr. Irfan.


kanker prostat
(Deteksi dini pada kanker prostat dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu anamnesa dan juga pemeriksaan fisik keluarganya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Ia juga menerangkan, “Gerakan kenali prostatmu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk peduli terhadap penyakit ini sekaligus segera melakukan deteksi dini jika mencurigai adanya gejala tertentu pada pria," kata dr. Irfan.

Deteksi dini pada kanker prostat dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu anamnesa dengan melihat riwayat medis dari pasien dan juga keluarganya melakukan pemeriksaan fisik.

“Misalnya Digital Rectal Exam (DRE) atau colok dubur untuk menilai dan melihat ukuran prostat, konsistensi, bentuk, serta ada atau tidaknya abnormalitas bentuk pada prostat,” jelas Ketua Prostate Cancer Awareness Month, dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp.U(K) Ph.D.  

Dan juga dapat dilakukan pemeriksaan lab dengan melakukan pemeriksaan Prostate Spesific Antigen (PSA). Seseorang dikatakan memiliki risiko kanker prostat yang rendah apabila mendapatkan nilai PSA dibawah 4 ng/ml.

Kanker pada prostat pria ialah kelenjar kecil berukuran kenari yang menghasilkan cairan sperma. Prostat pria penghasil cairan semen yang memberi nutrisi dan mengantarkan sperma.
Gejala termasuk kesulitan buang air kecil, tapi terkadang tidak ada gejala sama sekali.

Beberapa jenis kanker prostat tumbuh secara lambat. Pada beberapa kasus ini, pemantauan dianjurkan. Jenis lainnya bersifat agresif dan memerlukan radiasi, operasi, terapi hormon, kemoterapi, atau perawatan lainnya.


Hi Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/OVO @Rp50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkedan. Salam hangat.

(TIN)

MOST SEARCH