KULINER
Perbedaan Gelato dan Es Krim, dari Bahan hingga Teksturnya
Muhammad Syahrul Ramadhan
Selasa 13 Oktober 2026 / 17:29
- Gelato dan es krim berbeda dari segi bahan, proses pembuatan, tekstur, rasa, dan kandungan lemak.
- Gelato umumnya menggunakan lebih banyak susu dan lebih sedikit krim sehingga kandungan lemaknya cenderung lebih rendah.
- Gelato tidak selalu lebih sehat dari es krim. Perhatikan kandungan gula, lemak, kalori, dan ukuran porsinya.
Jakarta: Gelato dan es krim merupakan dua hidangan penutup dingin yang memiliki tampilan serupa. Keduanya terbuat dari campuran bahan seperti susu, krim, dan gula, serta tersedia dalam berbagai varian rasa, mulai dari cokelat hingga buah-buahan.
Meski sekilas terlihat sama, gelato dan es krim memiliki sejumlah perbedaan. Perbedaan tersebut dapat diketahui dari komposisi bahan, proses pembuatan, tekstur, hingga rasa yang dihasilkan.
Gelato juga kerap dianggap lebih sehat daripada es krim karena umumnya memiliki kandungan lemak lebih rendah. Namun, hal ini bukan berarti gelato bisa dikonsumsi secara berlebihan.
Dilansir dari Alodokter, berikut sejumlah perbedaan gelato dan es krim yang perlu diketahui.
Gelato umumnya menggunakan lebih banyak susu dan lebih sedikit krim. Sementara itu, es krim biasanya mengandung lebih banyak krim sehingga kadar lemaknya cenderung lebih tinggi.
Selain itu, beberapa resep es krim menggunakan kuning telur untuk membantu menghasilkan tekstur yang lembut. Gelato umumnya tidak menggunakan kuning telur, meskipun komposisi setiap produk dapat berbeda bergantung pada resepnya.
Perbedaan komposisi tersebut turut memengaruhi tekstur, rasa, dan kandungan lemak pada kedua hidangan penutup ini.
Sebaliknya, gelato biasanya diaduk dengan kecepatan lebih rendah. Proses tersebut membuat udara yang masuk ke dalam adonan lebih sedikit.
Perbedaan jumlah udara ini memengaruhi volume dan kepadatan produk akhir. Es krim cenderung lebih mengembang, sedangkan gelato memiliki konsistensi yang lebih padat.
Sementara itu, es krim cenderung memiliki tekstur lebih ringan dan mengembang karena mengandung lebih banyak udara. Meski demikian, tekstur keduanya juga dipengaruhi oleh resep, bahan, dan cara penyimpanan.
Dari segi rasa, gelato sering terasa lebih intens karena kandungan lemaknya cenderung lebih rendah dan bahan perasanya dapat terasa lebih menonjol. Es krim, di sisi lain, dapat memberikan sensasi yang lebih kaya dan creamy karena penggunaan krim yang lebih banyak.
Namun, jumlah lemak dan kalori pada keduanya tidak selalu sama. Nilainya bergantung pada resep, varian rasa, bahan tambahan, serta ukuran porsi yang dikonsumsi.
Penambahan saus cokelat, karamel, biskuit, atau topping manis lainnya juga dapat meningkatkan jumlah gula dan kalori. Karena itu, konsumen sebaiknya memperhatikan informasi gizi pada produk jika ingin membandingkan kandungan nutrisinya secara lebih akurat.
Dilansir dari Alodokter, gelato dan es krim sama-sama mengandung gula, lemak, dan kalori. Jika dikonsumsi berlebihan, keduanya dapat meningkatkan asupan energi dan gula harian. Kebiasaan mengonsumsi makanan manis secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk obesitas dan kerusakan gigi.
Untuk menikmati gelato atau es krim dengan lebih bijak, perhatikan ukuran porsi dan batasi tambahan topping yang tinggi gula. Pilihan rasa berbahan buah asli juga bisa dipertimbangkan, tetapi kandungan nutrisinya tetap bergantung pada bahan dan proses pembuatannya.
Pada akhirnya, gelato dan es krim memiliki karakteristik masing-masing. Gelato umumnya lebih padat dengan rasa yang intens, sedangkan es krim cenderung lebih mengembang dan creamy. Pilihan yang sesuai dapat disesuaikan dengan selera serta kebutuhan asupan gizi.
(Ellen Octovia Suherman)
(RUL)
Meski sekilas terlihat sama, gelato dan es krim memiliki sejumlah perbedaan. Perbedaan tersebut dapat diketahui dari komposisi bahan, proses pembuatan, tekstur, hingga rasa yang dihasilkan.
Gelato juga kerap dianggap lebih sehat daripada es krim karena umumnya memiliki kandungan lemak lebih rendah. Namun, hal ini bukan berarti gelato bisa dikonsumsi secara berlebihan.
Dilansir dari Alodokter, berikut sejumlah perbedaan gelato dan es krim yang perlu diketahui.
1. Komposisi Bahan
Perbedaan gelato dan es krim yang pertama terletak pada takaran bahan bakunya. Keduanya menggunakan bahan dasar yang relatif serupa, tetapi memiliki proporsi yang berbeda.Gelato umumnya menggunakan lebih banyak susu dan lebih sedikit krim. Sementara itu, es krim biasanya mengandung lebih banyak krim sehingga kadar lemaknya cenderung lebih tinggi.
Selain itu, beberapa resep es krim menggunakan kuning telur untuk membantu menghasilkan tekstur yang lembut. Gelato umumnya tidak menggunakan kuning telur, meskipun komposisi setiap produk dapat berbeda bergantung pada resepnya.
Perbedaan komposisi tersebut turut memengaruhi tekstur, rasa, dan kandungan lemak pada kedua hidangan penutup ini.
2. Proses Pembuatan
Gelato dan es krim juga dibuat dengan teknik pengadukan yang berbeda. Dalam proses pembuatan es krim, adonan umumnya diaduk dengan kecepatan lebih tinggi sehingga lebih banyak udara masuk ke dalam campuran.Sebaliknya, gelato biasanya diaduk dengan kecepatan lebih rendah. Proses tersebut membuat udara yang masuk ke dalam adonan lebih sedikit.
Perbedaan jumlah udara ini memengaruhi volume dan kepadatan produk akhir. Es krim cenderung lebih mengembang, sedangkan gelato memiliki konsistensi yang lebih padat.
Proses serta bahan pembuatan es krim dan gelato. Foto: Medcom.id
3. Tekstur dan Rasa
Perbedaan proses pembuatan membuat gelato dan es krim memiliki tekstur yang tidak sama. Gelato umumnya terasa lebih padat, lembut, dan halus ketika disantap.Sementara itu, es krim cenderung memiliki tekstur lebih ringan dan mengembang karena mengandung lebih banyak udara. Meski demikian, tekstur keduanya juga dipengaruhi oleh resep, bahan, dan cara penyimpanan.
Dari segi rasa, gelato sering terasa lebih intens karena kandungan lemaknya cenderung lebih rendah dan bahan perasanya dapat terasa lebih menonjol. Es krim, di sisi lain, dapat memberikan sensasi yang lebih kaya dan creamy karena penggunaan krim yang lebih banyak.
4. Kandungan Lemak dan Kalori
Kandungan lemak menjadi salah satu hal yang membedakan gelato dan es krim. Karena umumnya menggunakan lebih banyak susu dibandingkan krim, gelato cenderung memiliki kandungan lemak lebih rendah daripada es krim.Namun, jumlah lemak dan kalori pada keduanya tidak selalu sama. Nilainya bergantung pada resep, varian rasa, bahan tambahan, serta ukuran porsi yang dikonsumsi.
Penambahan saus cokelat, karamel, biskuit, atau topping manis lainnya juga dapat meningkatkan jumlah gula dan kalori. Karena itu, konsumen sebaiknya memperhatikan informasi gizi pada produk jika ingin membandingkan kandungan nutrisinya secara lebih akurat.
Mana yang Lebih Sehat, Gelato atau Es Krim?
Gelato dapat menjadi pilihan dengan kandungan lemak lebih rendah dibandingkan sebagian produk es krim. Meski begitu, anggapan bahwa gelato selalu lebih sehat perlu dilihat berdasarkan komposisi dan nilai gizinya.Dilansir dari Alodokter, gelato dan es krim sama-sama mengandung gula, lemak, dan kalori. Jika dikonsumsi berlebihan, keduanya dapat meningkatkan asupan energi dan gula harian. Kebiasaan mengonsumsi makanan manis secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk obesitas dan kerusakan gigi.
Untuk menikmati gelato atau es krim dengan lebih bijak, perhatikan ukuran porsi dan batasi tambahan topping yang tinggi gula. Pilihan rasa berbahan buah asli juga bisa dipertimbangkan, tetapi kandungan nutrisinya tetap bergantung pada bahan dan proses pembuatannya.
Pada akhirnya, gelato dan es krim memiliki karakteristik masing-masing. Gelato umumnya lebih padat dengan rasa yang intens, sedangkan es krim cenderung lebih mengembang dan creamy. Pilihan yang sesuai dapat disesuaikan dengan selera serta kebutuhan asupan gizi.
(Ellen Octovia Suherman)
(RUL)