KULINER

Livin' Jakarta Coffee Week 2021, Bertemunya Pencinta Kopi dan Pelaku UMKM

Yatin Suleha
Rabu 24 November 2021 / 23:08
Jakarta: Jika kamu kini jadi salah satu pencinta kopi mungkin tak salah lagi, karena berbagai jenis dan model dari minuman dan olahan kopi sudah ada di berbagai tempat. Ini bukan hanya soal tren kopi-kopian yang sudah merebak ke pelosok-pelosok daerah, melainkan juga merambah hingga ke rumah-rumah sebagai pemain Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

Ini juga sejalan dengan data yang dipaparkan melalui Katadata, yang menyajikan data dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian konsumsi kopi nasional pada 2016 mencapai sekitar 250 ribu ton dan tumbuh 10,54 persen menjadi 276 ribu ton. 

Konsumsi kopi Indonesia sepanjang periode 2016-2021 diprediksi tumbuh rata-rata 8,22 persen/tahun. Pada 2021, pasokan kopi diprediksi mencapai 795 ribu ton dengan konsumsi 370 ribu ton, sehingga terjadi surplus 425 ribu ton.

Tak hanya seruput kopi yang menarik bagi para pencinta kopi, melainkan event kopi juga merupakan acara yang menarik. Kembali hadir di tahun ke-6 dan menjadi ajang para UMKM di industri kopi untuk bersama maju dan bangkit, Jakarta Coffee Week (Jacoweek) jadi acara kopi yang paling ditunggu-tunggu. 


kopi
(Data dari Katadata memaparkan bahwa sekitar 94,5 persen produksi kopi di Indonesia dipasok dari pengusaha kopi perkebunan rakyat. Adapun 81,87 persen produksi kopi nasional merupakan jenis robusta yang berasal dari sentra kopi di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Foto: Dok. Ilustrasi/Pexels.com) 


Ajang perayaan kultur kopi spesialti ini selalu dibanjiri oleh peminat kopi yang tak hanya datang dari Jakarta saja tapi juga dari kota-kota tetangga. Para penikmat kopi, barista dan ahli kopi terbaik, merek-merek kopi lokal yang paling terkemuka, produsen dan distributor mesin kopi, bahkan petani-petani kopi dari berbagai daerah di Indonesia – bergabung semua di acara kopi terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

“Tema Livin’ Jacoweek 2021 tahun ini adalah ‘Let’s Get Together Again’. Melalui tema ini, kami ingin mengajak teman-teman UMKM di industri kopi dari hulu hingga ke hilir untuk maju dan bangkit bersama. Kehadiran Livin’ Jacoweek 2021 secara offline, diharapkan bisa menjadi suatu platform berkelanjutan sekaligus perwujudan dari kekompakan dan kebersamaan dari para penikmat kopi maupun pelaku industri kopi, teh, dan cokelat, baik berskala besar maupun kecil,” ungkap Hendri Kurniawan selaku CoFounder Jakarta Coffee Week.

Setelah tahun 2020 lalu digelar secara daring, tahun ini ABCD School of Coffee dan HYPE! mengajak para penikmat kopi dan pelaku industri kopi, teh, dan cokelat untuk bertemu kembali melalui acara offline di #Jacoweek2021 yang digelar selama tiga hari, yaitu Jumat, 26 November 2021 - Minggu, 28 November 2021, bertempat di Atrium GF Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Setiap harinya, Jakarta Coffee Week 2021 akan berlangsung dari pukul 10.00 – 22.00 WIB yang dibagi menjadi enam sesi di mana setiap satu sesi terdiri dari dua jam, dengan harga tiket Rp20.000 per pax yang bisa dibeli secara online di Lakkon.id dari tanggal 23-25 November 2021 maupun penjualan tiket on the spot.

Menghadirkan 85 tenants, pengunjung tak hanya bisa menikmati dan membeli berbagai produk dan peralatan kopi terbaik, tapi juga menyaksikan berbagai aktivasi seru di dalamnya. Selain itu, akan ada kompetisi manual brew dengan nama “Jago Brew” dengan jumlah peserta lebih dari 80 orang dari berbagai daerah di Indonesia dan kompetisi Latte Art berskala Nasional untuk Barista yang diadakan oleh ABCD School of Coffee. 

Tak kalah menarik, akan ada booth dari asosiasi kopi SCAI (Specialty Coffee Association of Indonesia) yang mendatangkan petani dan biji kopi green beans dari berbagai penjuru Indonesia.

Dalam 10 tahun terakhir, industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Saat ini, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Industri kopi memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di Indonesia. Tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan usaha kopi menjadi salah satu buktinya.


kopi
(Jakarta Coffee Week (Jacoweek) jadi acara kopi yang paling ditunggu-tunggu pada pencinta kopi. Foto: Dok. Istimewa)


“Perkembangan pesat industri kopi lokal dapat dilihat melalui bertambah banyaknya coffee roaster, baik berskala kecil maupun besar yang hadir. Maka dari itu Jacoweek menjadi wadah yang tepat bagi mereka untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk terbaik mereka. Mengadakan Livin’ Jacoweek 2021 secara offline adalah keputusan terbaik, karena kami menyadari bahwa para pelaku industri ini selain mengandalkan penjualan digital, tentunya harus mendapatkan dukungan penjualan dan pemasaran secara langsung kepada customer melalui suatu kegiatan offline. Walaupun digelar secara offline, namun Livin’ Jacoweek 2021 tetap mengutamakan protokol kesehatan dengan berbagai kebijakan,” tambah Hendri.

Komitmen Jacoweek dalam mendukung UMKM industri kopi, teh, dan cokelat semakin diperkuat dengan kehadiran booth Jakpreneur yang didukung oleh Pemprov DKI Jakarta serta UMKM lainnya yang menjadi bagian dari kampanye Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI), program baru besutan pemerintah yang merupakan kampanye untuk bangga menggunakan produk buatan Indonesia.

Kehadiran Livin’ Jacoweek 2021 ini mendapat dukungan penuh dari para sponsor, seperti Bank Mandiri. Bank Mandiri optimis inisiatif promosi dan aktivasi dengan melibatkan komunitas seperti penggemar kopi ini sangat efektif karena saat ini ngopi telah menjadi gaya hidup dalam kehidupan sehari-hari. 

Selain menjadi pendukung pelaksanaan acara, Bank Mandiri juga menyiapkan benefit promo cashback hingga 75 persen menggunakan QRIS Livin’ by Mandiri, Mandiri Debit dan Mandiri Kartu Kredit. Inisiatif ini sejalan dengan semakin digemarinya cara pembayaran non tunai oleh nasabah Bank Mandiri, di mana lebih dari 95 persen transaksi nasabah dilakukan secara elektronik dan kurang dari 5 persen melalui kantor cabang.

Diharapkan, event ini dapat memberikan kesempatan dan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh nasabah untuk mendapatkan eksposure langsung dari lapak berbagai merek dagang dan usaha ternama di industri kopi serta berbagai biji kopi pilihan nusantara yang dibawa langsung oleh petani kopi, dengan keunikan rasa yang tidak kalah dengan coffee chain internasional.
(TIN)

MOST SEARCH