FITNESS & HEALTH

Rutinitas untuk Jaga Kebersihan Vagina

Kumara Anggita
Minggu 24 Januari 2021 / 21:17
Jakarta: Menjaga kebersihan vagina adalah sesuatu yang wajib. Dan bahkan kamu perlu untuk mengembangkan rutinitasnya sedini mungkin. Felice Gersh, MD, penulis “PCOS SOS: A Gynecologist’s Lifeline to Naturally Restore Your Rhythms, Hormones, and Happiness” menyebutkan bahwa edukasi ini perlu diberikan sejak masih kecil. 

“Sama seperti orang tua menjelaskan kepada anak mereka bahwa mereka perlu membersihkan sela-sela jari kaki dan menyikat gigi, mereka perlu menjelaskan kepada anak mereka bahwa mereka harus merawat alat kelamin mereka,” ungkapnya.

Tidak hanya satu, kamu perlu melakukan langkah yang komperhensif seperti dilansir dari Healhtline:
 

Konsumsi makanan yang tepat


Kebersihan bagian vagina juga terpengaruh dari apa yang kamu konsumsi. “Seluruh tubuh kita membutuhkan berbagai macam nutrisi agar dapat berfungsi secara optimal,” kata Gersh.

"Jadi, apa yang kita makan dan minum memengaruhi vulva dan vagina kita dengan cara yang sama seperti apa yang kita makan dan minum memengaruhi semua bagian tubuh kita,” paparnya.
 

Pembersihan

1. Di kamar mandi


Vagina adalah mesin pembersih diri. Jika kamu pernah melihat keluarnya cairan di celana dalam kamu tanpa bau maka itu adalah bukti bahwa vagina kamu berfungsi dengan baik.

Vulva, sebaliknya, tidak membersihkan diri sendiri. “Vulva adalah kulit, dan itu adalah kulit yang perlu dibasuh seperti kulit lainnya di tubuh,” jelas Lauren F. Streicher, MD, profesor klinis kebidanan dan ginekologi dan penulis “Sex Rx: Hormones, Health, and Your Best Sex Ever”.

“Sabun lembut bebas pewangi dengan air dan jari-jari kamu di kamar mandi sudah lebih dari cukup,” katanya.
 

2. Setelah ke kamar mandi


“Hal terpenting yang perlu diingat saat menyeka (setelah buang air besar dan buang air kecil) adalah kamu ingin menyeka anus dan vagina kamu secara terpisah,” kata Streicher.

“Kamu tidak ingin mencemari uretra dengan apa pun dari rektum, karena hal itu meningkatkan risiko infeksi saluran kemih," katanya. Dan bila kamu baru selesai buang air kecil, pastikan untuk selalu mengusap dari depan ke belakang.
 

3. Setelah berhubungan seks


Kuncinya adalah buang air kecil. Ini membersihkan semua bakteri yang mungkin bermigrasi ke uretra saat melakukan hubungan seks yang dapat membantu mengurangi risiko ISK menurut Gersh.

“Kamu juga dapat menyiram sedikit air pada vulva dengan jari , tetapi jangan mencuci atau menggosok bagian dalam," katanya.
 

Grooming


Streicher menyebutkan bahwa jika kamu memilih untuk menghilangkan sebagian atau seluruh rambut kemaluan kamu, maka kamu perlu untuk memerhatikan caranya.
 

Menenangkan


“Kamu benar-benar tidak perlu khawatir untuk menenangkan kulit vulva kamu kecuali jika teriritasi,” kata Streicher. Jika teriritasi, dia merekomendasikan untuk menghentikan penggunaan produk yang wangi dan beralih ke sabun batangan dengan lidah buaya yang lembut dan menghidrasi. Jika iritasi tidak kunjung hilang maka kamu perlu berkonsultasi dengan dokter.
 

Monitoring


“Cara terbaik untuk mengetahui apakah ada sesuatu yang salah dengan vagina dan vulva kamu adalah dengan membuatnya lebih familiar,” kata Aleece Fosnight, asisten dokter bersertifikat dan penasihat medis di Aeroflow Urology.
(TIN)

MOST SEARCH