FITNESS & HEALTH

Jangan 'Bercanda' Pakai Antibiotik

Raka Lestari
Kamis 03 Desember 2020 / 10:43
Jakarta: "Eh, aku minum antibiotik ini ces pleng deh, bagus banget! Coba aja kamu kalau udah terasa radang tenggorokan udah mulai serek-serek gitu minum deh.." Sering ya kita mendengar banyak rekomendasi berdasarkan pengalaman teman, saudara, atau tetangga yang mirip seperti tadi.

Dan terkadang kita suka menganggap remeh suatu penyakit. Karena rekomendasi tetangga atau teman tersebut kita jadi langsung membelinya tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Padahal kita harus berkaca pada sang penemu yaitu Sir Alexander Fleming yang menemukan antibiotika tahun 1928, yang saat itu digunakan sebagai agen antimikroba yang telah menyelamatkan banyak nyawa terutama pada penggunaannya selama Perang Dunia II silam. Pengunaannya besar dan bukan karena berdasarkan pengalaman kata si A atau B.

Dr. Nina Dwi Putri, Sp.A (K), dokter spesialis anak sekaligus konsultan infeksi dan pediatri tropis RSUI menjelaskan ada kriteria tertentu seseorang diresepkan antibiotik. 

Jadi, kesimpulannya bukan sembarangan sakit kemudian membeli sendiri tanpa diresepkan oleh dokter ya.

Mengamini hal yang sama, dr. Ardiana Kusumaningrum, Sp.MK, dokter spesialis mikrobiologi klinik RSUI bilang bahwa antibiotik hanya dapat diresepkan jika terdapat kecurigaan penyakit infeksi bakteri yang telah dilakukan pemeriksaan fisik, anamnesis atau pemeriksaan laboratorium (pemeriksaan penunjang) sebelumnya.

Dr. Ardiana menambahkan lagi, “Kesalahan penggunaan antibiotik dapat menyebabkan beberapa permasalahan, seperti kurang efektifnya antibiotik saat digunakan, dapat menimbulkan resistensi bakteri terhadap antibiotik, dan bakteri tersebut dapat menyebar ke orang lain dan lingkungan sekitar." Jadi, sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter dulu ya sebelum kamu mengonsumsi antibiotik.
(TIN)

MOST SEARCH