FITNESS & HEALTH

Rekomendasi Satgas Covid PB IDI Terhadap Program Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

Raka Lestari
Kamis 22 Oktober 2020 / 14:21
Jakarta: Program vaksinasi covid-19 sudah mulai direncanakan oleh pemerintah sejak beberapa waktu belakangan. Meskipun memang, mekanisme dari pelaksanaan program vaksinasi covid-19 tersebut masih belum ditentukan dan tenaga medis diusulkan menjadi kelompok pertama yang menerima vaksin covid-19 tersebut.

Ketua Satgas Covid PB IDI, Prof. Dr. dr Zubairi Djoerban, SpPD (K) menyampaikan sikapnya terhadap program vaksinasi covid-19 tersebut dengan memberikan apresiasi dan mendukung upaya-upaya pemerintah dalam menghadapi pandemi covid-19 di Indonesia.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas upaya penyediaan vaksin serta pemberian prioritas bagi tenaga medis untuk dapat divaksinasi sesuai ketentuan yang ada. 

Namun, agar program vaksinasi tersebut dapat berjalan lancar dan optimal maka PB IDI memberikan beberapa rekomendasi sebagai berikut:
 

1. Persiapan


Perlu diadakan persiapan yang baik dalam hal pemilihan jenis vaksin yang akan disediakan serta persiapan terkait pelaksanaannya. Hal ini sesuai dengan instruksi presiden agar program vaksinasi ini jangan dilakukan dan dimulai dengan tergesa-gesa.
 

2. Terbukti efektivitasnya, imunogenitasnya dan keamanannya


Dalam hal pemilihan jenis vaksin yang akan disediakan, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi yaitu vaksin yang akan digunakan sudah terbukti efektivitasnya, imunogenitasnya serta keamanannya dengan dibuktikan adanya hasil yang baik melalui uji klinik fase tiga yang sudah dipublikasikan.

Dari data yang ada, saat ini uji coba vaksinasi Sinovac di Brasil sudah selesai dilaksanakan pada 9.000 relawan. Namun hasilnya baru akan dikeluarkan segera setelah selesai dilakukan vaksinasi pada 15.000 relawan. 

Kita bisa melihat bahwa unsur kehati-hatian juga dilakukan negara lain dengan tetap menunggu data lebih banyak lagi dari hasil uji klinis fase tiga. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa program vaksinasi adalah sesuatu program penting namun tidak dapat dilakukan dengan tergesa-gesa.


vaksinasi covid-19
(Ketua Satgas Covid PB IDI, Prof. Dr. dr Zubairi Djoerban, SpPD (K) menyampaikan sikapnya terhadap program vaksinasi covid-19 dengan memberikan apresiasi serta mendukung upaya-upaya pemerintah dalam menghadapi pandemi covid-19 di Indonesia. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

3. Lembaga otorisasi


Dalam situasi pandemi, WHO memperkenankan pembuatan dan penyediaan obat atau vaksin dapat dilakukan melalui proses Emergency use Authorization (EUA) untuk vaksin covid-19 oleh lembaga yang mempunyai otorisasi untuk itu. Di Indonesia, lembaga tersebut adalah BPOM.

Dalam melakukan atau menentukan hal ini, PB.IDI amat meyakini bahwa BPOM tentu juga akan memperhatikan keamanan, efektivitas dan imunogenitas suatu vaksin, termasuk bila terpaksa menggunakan skema EUA. "Kami yakin bahwa BPOM akan menjaga kemandirian dan profesionalismenya," tulis dalam rilis oleh Kemenkes yang diterima Medcom.id/gaya.
 

4. Pertimbangan rekomendasi ITAGI dan SAGE WHO


Perlu pula mempertimbangakan rekomendasi dari Indonesia and Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Strategic Advisory Group of Experts on Immunization of the World Health Organization (SAGE WHO).
 

5. Persiapan yang komprehensif


Pelaksanaan program vaskinasi memerlukan persiapan yang baik dan komprehensif, termasuk penyusunan pedoman-pedoman terkait vaksinasi oleh perhimpunan profesi, pelatihan petugas vaksin, sosialisasi bagi seluruh masyarakat dan membangun jejaring untuk penanganan efek simpang vaksinasi. 

Keamanan dan efektifitas adalah yang utama selain juga kita semua ingin agar program ini berjalan lancar. PB.IDI berharap agar program vaksinasi ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
(TIN)

MOST SEARCH