FITNESS & HEALTH

Rempah Khas Indonesia Bermanfaat untuk Jaga Sistem Imun Tubuh

Raka Lestari
Kamis 26 November 2020 / 17:33
Jakarta: Indonesia terkenal akan kekayaan rempah-rempahnya yang sudah ada sejak dulu. Dan pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, mengonsumsi rempah-rempah bisa menjadi salah satu alternatif untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang sangat dibutuhkan untuk mencegah tertular berbagai virus dan penyakit.

“Indonesia sangat kaya akan tanaman obat yang unggul, bahkan Pemerintah Indonesia telah mendukung sejumlah riset untuk pengembangan obat tradisional dan jamu Indonesia karena merupakan warisan budaya yang telah terbukti secara empiris memelihara kesehatan tubuh," ujar Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, M.Si, dalam acara Press Launch Herbatia Sari Imuno, pada Kamis, 26 November 2020.  

Namun menurut dr. Inggrid, kita hendaknya bisa mengenali dengan baik kandungan yang telah terbukti membawa manfaat bagi tubuh kita.

"Tanaman asli Indonesia seperti kunyit, temulawak, jahe merah misalnya, mengandung zat aktif yang dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Sedangkan kulit delima, kulit manggis dan temu kunci telah dikenal luas memiliki khasiat terpercaya untuk meningkatkan kesehatan," tuturnya.


rempah
(Dr. Inggrid Tania, M.Si mengatakan kandungan rempah khas Indonesia telah terbukti membawa manfaat bagi tubuh. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


"Temulawak, yang merupakan tanaman herbal khas Indonesia, berfungsi sebagai adaptogen yaitu zat yang mampu meregulasi hormon agar beradaptasi dengan stres fisik maupun lingkungan, sehingga mampu meningkatkan stamina dan energi," kata Inggrid.

"Sedangkan Jahe merah memiliki efek imunostimulan dengan kandungan zat aktif gingerol, shogaols dan antosianidin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta aktivitas fagositosis yang kuat," papar Inggrid lagi.

Ia juga menambahkan, "Adapun Kunyit dengan zat aktif kurkumin yang dikandungnya, mampu meningkatkan respons imunitas seluler disertai efek antiinflamasi yang kuat," ujarnya.

Sedangkan kulit manggis memiliki kandungan aktif Xanthone yang mampu menetralkan radikal bebas lima kali lebih kuat dibandingkan vitamin A, C dan E.

"Kulit delima dengan zat aktif Granatonine dapat mencegah kerusakan DNA, sedangkan temu kunci dengan zat aktif Panduratin dapat menghambat penuaan dini. Kulit manggis, kulit delima, dan temu kunci merupakan kombinasi optimal dari bahan antioksidan yang dapat membantu mencegah terbentuknya sel-sel kanker," tutup dr. Inggrid.
(TIN)

MOST SEARCH