FITNESS & HEALTH

Benarkah Makan Biji Cabai Bisa Menyebabkan Usus Buntu? Ini Jawaban Ahli

Medcom
Jumat 01 Juli 2022 / 07:00
Jakarta: Selama ini banyak orang menganggap jika sering makan cabai (termasuk bijinya) lama-lama akan terkena usus buntu. Oleh sebab itu, banyak orang tua yang tidak membolehkan buah hatinya terlalu sering mengonsumsi makanan yang mengandung cabai.

Lantas, benarkah mengonsumsi biji cabai bisa menyebabkan usus buntu? 

Dr. Frieda Handayani K., Sp. A (K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastroenteropologi Hepatilogi Anak RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, mengatakan bahwa apendisitis (radang usus buntu) serupa dengan seseorang yang sedang berjalan dan mentok di jalanan buntu. Hal ini disebabkan oleh adanya makanan atau tinja yang masuk di usus buntu sehingga terjadinya peradangan.

Ini terjadi karena bentuk dari usus seseorang atau bisa juga karena gaya hidup. Misalnya, orang yang mengonsumsi santan, makanan berlemak atau gorengan. Makanan ini lama bertransit di dalam usus. Itulah yang membuat kontraksi usus melambat sehingga risiko usus buntu membesar.


(Biji dan bubuk cabai memang bisa memicu peradangan di seluruh lapisan saluran cerna. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Namun, apakah biji cabai termasuk makanan yang juga berperan membuat masalah pencernaan ini muncul? Dr. Fierda mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak terlalu benar.

“Makan bubuk cabai, biji cabai dan semacamnya itu memang bisa membuat peradangan di seluruh lapisan saluran cerna mulai dari lambung, radang di usus besar dan usus halus. Ini akibat dari ketidakseimbangan antara faktor pelindung (protektor) dan faktor penyerang (agresor). Namun, tak secara langsung (biji cabai) nyangkut dan bikin usus buntu,” ungkapnya dr. Frieda. 

Ia menyarankan untuk mengurangi risiko usus buntu, sebaiknya konsumsi makanan dan minuman yang sehat.

“Mengonsumsi makanan yang tak menimbulkan slow transit, jadi cepat dibuang dari saluran cerna. Seperti makanan yang mengandung serat cukup. Konsumsi juga buah, sayur, laktosa yang seimbang. Jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berlemak seperti santan atau gorengan,” tutup dr. Frieda. 
(yyy)

MOST SEARCH