FITNESS & HEALTH

Bolehkah Konsumsi Obat Herbal dengan Obat Dokter Bersamaan?

Raka Lestari
Jumat 27 November 2020 / 11:15
Jakarta: Obat herbal merupakan salah satu jenis obat-obatan yang sering dijadikan alternatif selain obat-obatan kimiawi. Obat herbal dianggap cenderung lebih aman dibandingkan obat-obatan kimiawi.

Akan tetapi, beberapa orang mengonsumsi obat-obatan herbal bersamaan dengan obat-obatan kimiawi untuk tujuan tertentu. Apakah hal tersebut aman?

“Jadi obat herbal itu ada banyak sekali yang bisa dikombinasikan secara komplementer untuk melengkapi obat-obat modern misalnya resep dokter. Dan di luar negeri hal tersebut cukup banyak dilakukan,” ujar Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, M.Si, dalam acara Press Launch Herbatia Sari Imuno, pada Kamis, 26 November 2020.

Akan tetapi, menurut dr. Inggrid tidak semua kondisi bisa mengonsumsi obat-obatan herbal tersebut.

“Tergantung apa yang dialami setiap individu pasien. Misalnya jika dia menderita diabetes mellitus, dia mendapat obat penurun gula darah dari dokter maka bisa mengonsumsi suplemen kesehatan herbal yang bersifat antioksidan,” ujarnya. 

“Obat herbal bisa saja dikombinasikan dengan obat farmasi modern tetapi harus hati-hati. Ada beberapa tanaman obat yang sifatnya juga bisa menurunkan gula darah. Itu tidak dianjurkan kalau dia juga sedang minum obat penurun gula darah,” jelas dr. Inggrid. 


obat herbal
(Dr. Inggrid Tania, M.Si bilang selalu komunikasikan pengobatan dengan dokter sebelum dan selama mengonsumsi obat-obatan herbal. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Menurut dr. Inggrid, itulah mengapa penting sekali untuk selalu mengomunikasikan terlebih dahulu dengan dokter jika seseorang tersebut sudah memiliki kondisi tertentu sebelumnya.

“Selain itu, yang harus dipertimbangkan juga adalah waktu minum obat tersebut,” saran dr. Inggrid. 

“Untuk mengurangi interaksi negatif antara obat herbal dan obat kimia tersebut, usahakan beri jeda waktu minimal satu sampai dua jam dari kedua obat tersebut,” ujar dr. Inggrid. Dan yang terpenting adalah tidak mengonsumsinya secara berlebihan. 

Ia menjelaskan bahwa jika mengonsumsi obat herbal atau jamu secara berlebihan tetap akan ada efek samping.

“Misalnya jika dikonsumsi melebihi dosis yang seharusnya, efek jangka pendek yang akan ditimbulkan adalah gangguan pencernaan seperti diare dan muntah,” ujar dr. Inggrid.

Selain efek dalam jangka pendek, menurut dr. Inggrid ada juga efek jangka menengah yang akan ditimbulkan yaitu gangguan fungsi liver karena ketika jamu atau bahan herbal masuk ke dalam pencernaan maka akan terjadi proses metabolisme di liver.
(TIN)

MOST SEARCH