FITNESS & HEALTH

Waspada, Penularan Cacar Monyet dari Ibu Hamil ke Bayi Bisa Melalui Plasenta

Mia Vale
Senin 27 Juni 2022 / 19:03
Jakarta: Selain covid-19 dan hepatitis akut misterius, penyakit yang sedang mewabah adalah monkeypox atau cacar monyet. Penyakit ini bisa menular dari hewan ke hewan atau hewan ke manusia. 

“Kalau dari hewan ke manusia penularannya melalui kontak langsung antara hewan dan manusia,” jelas dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes).

Sedangkan penularan dari hewan ke manusia, menurut dr. Syahril, karakteristiknya melalui cairan tubuh terutama bagian tubuh yang ada cacar seperti di sekitar muka atau tubuh hewan. Selain itu juga penularan ke manusia bisa melalui daging hewan tersebut yang tidak dimasak secara matang.

"Kalau penularan dari manusia ke manusia bisa melalui udara, cairan tubuh atau cacar yang ada di muka, mulut, tangan maupun di badan. Kalau kontak langsung juga ada melalui saluran napas atau terjadi droplet. Ini juga bisa menjadi sumber penularan dan juga ada penularan dari ibu ke bayi melalui transmisi atau plasentanya,” papar dr. Syahril pada konferensi pers secara virtual di Jakarta, Jumat lalu.



(Dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH, Juru Bicara Kemenetrian Kesehatan RI (Kemenkes) juga bisa menjadi sumber penularan dan juga ada penularan dari ibu ke bayi melalui transmisi atau plasentanya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Masih dijelaskan oleh dr. Syahril, masa inkubasi cacar monyet 5 sampai 13 hari atau 5 sampai 21 hari. Ada dua periode, pertama masa invasi, terjadi 0 sampai 5 hari terjadi demam tinggi, sakit kepala yang berat, dan ada benjolan atau pembesaran kelenjar limfa di leher, kemudian di ketiak, atau selangkangan.

Kedua, masa erupsi, terjadi 1 sampai 3 hari pasca demam, terjadi ruam pada kulit, ruam pada wajah, telapak tangan, kaki, mukosa, alat kelamin, dan selaput lendir mata. 

“Cacar monyet pada dasarnya bisa sembuh sendiri setelah dua sampai empat minggu pasca masa inkubasinya selesai. Penyakit ini akan sembuh sendiri tidak terlalu berat. Dari negara-negara yang melaporkan kasus monkeypox hanya berkisar 10 persen pasien dirawat di rumah sakit,” pungkas dr. Syahril.

Sementara itu, diterangkan oleh Prof. Sri Oemiyati, BKPK, Jakarta, monkeypox di Indonesia untuk saat ini belum ada. Dan sampai saat ini belum ada kasus kematian yang disebabkan oleh monkeypox di negara-negara yang sudah melaporkan. 

Pun ada dua laboratorium yang disiapkan oleh pemerintah untuk mendeteksi dini monkeypox, yaitu Lab Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB Bogor, dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi. 

Yang perlu diperhatikan, lanjut dr. Syahril adalah adanya komplikasi yakni infeksi sekunder, bronkopneumonia, maupun sepsis, ensefalitis, infeksi kornea sehingga menyebabkan kebutaan. 

“Kita diimbau untuk tetap tenang dan tetap waspada karena ini juga sangat menular dan membuat tidak nyaman bagi kita semua,” tutur dr. Syahril.

(TIN)

MOST SEARCH