FITNESS & HEALTH

5 Alasan Kenapa Rahang Kamu Berbunyi

Kumara Anggita
Kamis 22 Oktober 2020 / 06:00
Jakarta: Beberapa orang mengalami kondisi rahang berbunyi entah saat makan, menguap, atau bahkan berbicara. Ini adalah salah satu gejala yang menunjukkan bahwa orang tersebut kemungkinan memiliki permasalahan kesehatan yang perlu diselesesaikan. 

Harshil Matta, DO merangkumnya melalui Healthline. Berikut daftar alasan kenapa rahang berbunyi.
 

1. Temporomandibular joint disorder


Sendi temporomandibular berfungsi untuk menempelkan tulang rahang ke tengkorak kamu. Jika ada yang salah dengan sendi ini, ini disebut dengan temporomandibular joint disorder (TMD) atau gangguan sendi temporomandibular.

TMD dapat membuat rahang kamu retak atau pecah. Gejala lainnya termasuk juga kekakuan rahang, mengunci rahang, gerakan rahang terbatas, dan nyeri di rahang, wajah, atau leher kamu. TMD sering terjadi tanpa sebab tertentu. Terkadang, mengatupkan gigi karena stres emosional dapat berperan dalam hal ini juga lho!
 

2. Arthritis atau radang sendi


Arthritis terjadi ketika persendian kamu rusak dan meradang. Itu dapat menyebabkan TMD dan bunyi ‘krek’ di rahang. Gejalanya antara lain nyeri sendi dan kekakuan, pembengkakan, kemerahan, rentang gerak yang buruk, dislokasi rahang atau cedera lainnya.

Penyebab umum cedera wajah meliputi trauma fisik di wajah, kecelakaan kendaraan, cedera olahraga, kecelakaan industri, dan prosedur gigi atau medis. Rahang yang terkilir atau patah dapat menyebabkan gejala TMD, termasuk nyeri rahang dan retak.


bunyi
(Sindrom nyeri myofascial bisa memengaruhi nyeri otot atau bahu kamu. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

3. Sindrom nyeri myofascial 


Ini menyebabkan nyeri pada otot dan fasia kamu. Fasia adalah lembaran jaringan ikat yang menutupi setiap otot. Ini dapat memengaruhi semua otot, termasuk di rahang, leher, dan bahu. 

Kamu mungkin akan mendegar suara ‘krek’ dari rahang kamu bersama dengan gejala lain seperti nyeri rahang yang berdenyut-denyut, simpul otot yang menyakitkan (titik pemicu), nyeri otot rahang, rentang gerak yang buruk di rahang, sakit kepala serta kesulitan tidur.
 

4. Apnea tidur obstruktif


Jika napas kamu berhenti sebentar dan ini berulang kali terjadi saat tidur, maka kamu mungkin punya masalah yang disebut dengan apnea tidur obstruktif. Ini terjadi ketika saluran udara di tenggorokan kamu terlalu sempit.

Ini meningkatkan peluang kamu mengembangkan TMD. Hubungannya tidak jelas, tetapi diperkirakan bahwa hambatan di saluran udara kamu memicu respons stres. Hal ini dapat menyebabkan otot rahang mengencang.

Gejala lainnya termasuk mendengkur, kelelahan siang hari, mulut kering, perubahan mood, sakit kepala pagi, dan maloklusi gigi. Termasuk juga kesulitan mengunyah atau menggigit, pernapasan mulut, bisa juga perubahan penampilan wajah, dan masalah bicara.
 

5. Tumor


Jika tumor berkembang di rongga mulut, hal itu dapat menyebabkan kanker mulut. Ini dapat menyebabkan gejala seperti sakit mulut yang tidak kunjung sembuh, nyeri mulut yang persisten, bengkak tanpa rasa sakit di leher atau wajah, kesulitan menelan.

Termasuk juga kesulitan mendengar, sakit telinga yang terus-menerus, perubahan suara, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Tumor di sini juga dapat memengaruhi cara tulang rahang kamu bergerak, menyebabkan suara rahang seperti retak atau pecah.
(TIN)

MOST SEARCH