FITNESS & HEALTH

Apakah Gejala Endometriosis Sudah Muncul Sejak Remaja?

Kumara Anggita
Selasa 15 Juni 2021 / 17:30
Jakarta: Salah satu cara untuk mendeteksi penyakit adalah dengan mengenali gejalanya. Untuk penyakit endometriosis, gejalanya beragam mulai dari nyeri sampai infertilitas.

Lembar fakta Bayer menunjukkan bahwa nyeri yang dimaksud meliputi dismenorea (nyeri haid), dispareunia (sakit/nyeri saat melakukan hubungan intim), dan diskezia (kesulitan buang air besar yang diiringi rasa sakit). 

Diketahui 83 persen perempuan dengan endometriosis mengeluhkan salah satu atau lebih dari gejala-gejala tersebut, sedangkan sebanyak 29 persen perempuan tanpa endometriosis yang mengeluhkan gejala tersebut. 

Gejala-gejala yang mengarahkan ke endometriosis adalah dismenorea, nyeri panggul kronik, dispareunia dalam, keluhan intestinal siklik, serta infertilitas
 

Endometriosis pada remaja


Sebagian besar pasien yang telah didiagnosis endometriosis ternyata telah mengeluhkan gejalanya pertama kali saat remaja. 

Diagnosis dini endometriosis sejak awal muncul gejala pada remaja bersifat sangat penting, namun hingga kini belum ada panduan untuk mendiagnosis endometriosis secara spesifik pada remaja. 


endometriosis
(Endometriosis adalah suatu gangguan pada jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh di luar rahim. Dengan endometriosis, jaringan dapat ditemukan di indung telur, saluran telur, atau usus. Gejala yang paling umum adalah nyeri dan menstruasi tidak teratur. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)


“Remaja yang memiliki keluhan endometriosis sering mengalami keterlambatan sampai 4.6 tahun untuk mencari pertolongan. Setelah itu, terlambat 4.7 tahun lagi untuk terdiagnosis,” ungkap Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MPH, Dokter pendiri SMART IVF dan Wakil Direktur Indonesia Medical Education and Research Institute (IMERI) Universitas Indonesia dalam virtual press conference oleh Smart-ivf dan Bayer.

“Oleh karena itu penapisan endometriosis pada remaja merupakan hal yang sangat penting,” lanjutnya.
 

Keluhan endometriosis pada remaja


Endometriosis pada remaja diketahui memiliki banyak keluhan, seperti kram uterus (100 persen), nyeri siklik (67 persen), nyeri di luar siklus (39 persen), serta konstipasi atau diare (67 persen). 

Dengan nyeri seperti nyeri haid sebagai keluhan utama yang paling sering dikeluhkan, banyak pasien yang mengabaikan gejalanya sejak awal pertama kali muncul, maupun kemudian berobat ke klinisi dan diobati dengan analgetik. 

Menurut Nnoaham dkk (2011) terhitung sejak awal gejala muncul pertama kali sampai pasien memutuskan konsultasi ke klinisi dibutuhkan waktu rata–rata 1 tahun, kemudian akhirnya didiagnosis dengan endometriosis membutuhkan waktu 6 tahun, sehingga rata–rata terjadi keterlambatan selama 7 tahun dalam diagnosis endometriosis pada remaja.

Karena itu mendeteksi sedini mungkin diperlukan. Dengan seperti itu, dokter bisa memberikan perawatan yang tepat.

(TIN)

MOST SEARCH