FITNESS & HEALTH

Ukuran Penis Pengaruhi Kesuburan Pria, Benarkah?

Mia Vale
Rabu 01 Juni 2022 / 12:00
Jakarta: Mungkin bagi sebagian laki-laki pernah merasa khawatir mengenai ukuran penisnya. Berbagai alasan yang menjadi dasar ketakutan mereka, diantaranya takut pasangan tidak puas atau takut kalau ukuran penis akan memengaruhi kesuburannya

Sebenarnya seberapa besar pengaruh ukuran penis seseorang terhadap kesehatan serta kesuburannya? Ini adalah pertanyaan kuno yang mulai direnungkan oleh banyak pria ketika mereka mencapai usia dewasa, terutama jika ada masalah kesuburan dalam suatu hubungan. 

Jawaban singkat untuk pertanyaan tersebut adalah tidak. Ukuran penis tidak memengaruhi kesuburan. 

Melansir dari laman Babymed, ada pengukuran khusus yang mungkin menjadi indikasi yang baik tentang peluang kesuburan kaum adam di masa depan. 

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives, jarak anogenital (AGD) mungkin lebih penting daripada ukuran penis. 


ukuran penis dan kesuburan pria
(Banyak faktor lain yang dapat berperan dalam pengukuran AGD yang lebih pendek, seperti ukuran tubuh, misalnya. Jadi, ukuran penis bukanlah faktor penentu kesuburan pria. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Apa itu jarak anogenital? 


Jarak anogenital (AGD) adalah pengukuran dari anus ke perlekatan terdekat skrotum ke tubuh. Jarak rata-rata antara keduanya hanya dua inci, tetapi beberapa pria memiliki panjang yang lebih pendek dan yang lain memiliki panjang yang lebih panjang. Penis laki-laki yang khas adalah antara 12-15 centimeter panjang ereksi. 

Alih-alih mengukur ukuran penis untuk mengukur peluang kesuburan, mereka harus mengukur AGD. Setiap pengukuran kurang dari lima centimeter bisa berarti kesuburan berkurang. Pengukuran lebih dari lima sentimeter bisa berarti peningkatan kesuburan. 
 

Hubungan antara AGD dan kesuburan 


Studi asli melibatkan 126 mahasiswa yang tidak mencoba untuk memulai keluarga. AGD dan jumlah sperma mereka diukur dan dibandingkan. Pengukuran AGD yang lebih rendah dikaitkan dengan jumlah sperma yang lebih rendah, dalam beberapa kasus.  

Akan tetapi, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menguji keakuratan jarak anogenital sebagai tolak ukur kesuburan pria. Pasalnya, jarak anogenital setiap pria tentu berbeda-beda dan disebabkan oleh banyak faktor lainnya. Misalnya seberapa besar atau kecil badan.
 

Faktor lain yang mempengaruhi


Banyak faktor lain yang dapat berperan dalam pengukuran AGD yang lebih pendek, seperti ukuran tubuh, misalnya. Jadi, ukuran penis bukanlah faktor penentu kesuburan pria.

Namun, tentu saja ada kondisi medis seperti mikropenis yang dapat menyebabkan penurunan ukuran penis hingga mempengaruhi kesuburan. Namun, kondisi ini dan kondisi lain yang memengaruhi ukuran penis jarang terjadi. 
(TIN)

MOST SEARCH