FAMILY

Pengaruh Media Layar pada Psikososial Anak

Kumara Anggita
Senin 30 November 2020 / 18:16
Jakarta: Penggunaan media layar bisa memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk psikososial anak. Dampaknya bisa baik untuk perkembangannya atau sebaliknya.

Menurut dr. Hildegardis F. Elanda Lianeo, Sp.A dari Rumah Sakit Ciputra program yang dirancang dengan baik dapat mendidik anak bersikap prososial. 

Ini artinya media layar membantu anak belajar bersikap, bagaimana berempati, toleransi dan rasa hormat dan juga respons antikekerasan. 

Tak hanya itu, media layar juga bisa membantu menenangkan anak. Namun perlu diingat, akses mereka ke media layar waktunya tak boleh berlebihan.  

“Dengan penggunaan screen time yang sesuai kita dapat menggunakan media layar untuk menenangkan anak yang overexcited atau gelisah,” ujarnya dalam Rompi di Aplikasi Orami Parenting. 

“Terutama anak-anak yang akan disuntik vaksin. Agar anak tenang, media layar dapat digunakan untuk memberikan tontonan yang sesuai dengan usianya,” ungkapnya.
 

Dampak negatif media layar pada anak


Media layar juga bisa memberikan dampak positif bila tidak dimanfaatkan dengan tepat. Penggunaan media layar yang berlebihan bisa buat anak terhambat interaksi sosialnya.

“Pada anak yang menonton TV secara berlebihan pada usia dini akan menyebabkan anak jarang melakukan interaksi sosial sehingga perkembangan social skillnya terhambat,” paparnya. 

Selain itu, anak yang melihat orang tuanya menggunakan media layar juga bisa jadi bertingkah ‘mengganggu’. Anak akan cari perhatian agar orang tua melihatnya.

“Dan juga hati-hati dengan orang tua yang senang menggunakan smartphone terutama di tempat umum (paling sering saat duduk di meja makan), hal ini menyebabkan anak akan berperilaku cenderung mencoba menarik perhatian orang tuanya," ujar Hildegardis.

"Tingkahnya bisa macam-macam kadang teriak-teriak, membanting-membanting alat makan, menendang-menendang kursi bahkan tidak mau makan dan seolah-olah ingin diperhatikan sehingga interaksinya menjadi negatif,” pungkasnya.
(TIN)

MOST SEARCH