FAMILY

Mengajarkan Menulis Bikin Anak Jadi Lebih Pintar

Raka Lestari
Kamis 03 Desember 2020 / 20:39
Jakarta: Mengajarkan anak-anak untuk menulis mungkin menjadi sala satu hal yang mulai dilupakan oleh orang tua di masa yang serba modern ini. Dengan adanya gadget, semua bisa dilakukan dan bisa mempermudah dalam melakukan pembelajaran. 

Meskipun belajar dengan cara menulis tergolong konvensional, tetapi hal itu memberikan manfaat besar bagi anak. "Menulis mempunyai manfaat besar yang dapat meningkatkan kemajuan cara berpikir anak ke depannya," ujar Marcelina Melisa, M.Psi, Psikolog, dalam acara “Ayo Menulis Bersama SiDU webinar 2020” pada Kamis, 3 Desember 2020. 

"Menulis setidaknya memiliki tiga manfaat utama, yaitu meningkatkan kemampuan motorik halus, melatih kreativitas, serta dapat meningkatkan daya ingat melalui metode belajar memahami sambal menulis pelajaran." 

Ia juga menambahkan bahwa melalui aktivitas menulis, anak terbiasa untuk mengontrol gerakan motorik dengan tekanan yang sesuai, serta memiliki persepsi visual yang baik. 

Anak juga mengembangkan imajinasi dan kreativitas melalui ide tulisan. "Selain itu, melalui merangkum atau membuat catatan pelajaran dengan gaya penulisan personal dapat meningkatkan daya ingat dibandingkan jika anak hanya membaca dan menghafal," tambah Marcelina. 

Ia mengatakan lagi, jika anak terbiasa untuk membuat rencana penulisan dengan memaparkan ide, belajar menulis sesuai dengan ide utama setiap paragraf, serta menganalisis cara penulisan, maka kemampuan menulis secara sistematis akan terlatih. 


menulis
(Marcelina Melisa, M.Psi, Psikolog mengatakan belajar menulis pada anak memberikan manfaat besar, salah satunya meningkatkan kemampuan motorik halus. Foto: Pexels.com)


Pentingnya aktivitas menulis daripada mengetik dengan keyboard ini pun diperkuat oleh sebuah riset yang dilakukan oleh Profesor Audrey van der Meer pada tahun 2017. 

Dalam penelitiannya beliau menggunakan teknologi Electroencephalography (EEG) untuk merekam dan melacak aktivitas gelombang otak saat anak melakukan kegiatan mengetik dan menulis dengan pena di atas buku tulis. 

Hasil dari penelitian Van der Meer mengungkapkan jika otak anak-anak lebih aktif jika menulis dengan pena ketimbang keyboard, dan tulisan tangan memberikan otak lebih banyak ruang untuk mengingat. 

Tidak hanya unsur kognisi anak yang berkembang, namun menulis dapat meningkat sensimotorik anak.

Menulis dengan tangan di atas buku tulis menciptakan lebih banyak aktivitas di bagian sensorimotor. Banyak indra diaktifkan dengan menekan pensil atau pulpen di atas kertas, melihat huruf yang ditulis, dan mendengar suara yang dibuat saat menulis.   

Pengalaman indra ini menciptakan kontak antara berbagai bagian otak dan membuka otak untuk belajar sehingga dapat mengingat lebih baik. Sehingga hal ini merupakan alasan mengapa kegiatan menulis dapat membuat anak menjadi lebih pintar.
(TIN)

MOST SEARCH