FITNESS & HEALTH

5 Faktor Ini Tingkatkan Peluang Hamil Anak Kembar

Sandra Odilifia
Rabu 21 Oktober 2020 / 15:47
Jakarta: Apakah kamu tertarik untuk memiliki anak kembar? Kehadiran anak kembar tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua yang yang memilikinya.

Dan bayangkan betapa menggemaskannya jika kamu bisa memiliki dua anak sekaligus. Agar mimpi kamu dapat terwujud, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan peluang kehamilan bayi kembar dikutip dari Bounty Parents.
 

1. Genetika


Faktor keturunan dapat membantu kamu memiliki anak kembar, terutama dari pihak ibu. Kemungkinan itu akan lebih besar jika ada riwayat genetik hiperovulasi.

"Ini semua tergantung dari wanita karena dialah yang memproduksi sel telur. Jadi jika kamu atau ibumu kembar, maka kamu akan cenderung mengandung lebih dari satu bayi," ujar David Davies, konsultan kebidanan dari Queen Alexandria Hospital di Portsmouth.
 

2. Gaya hidup


Wanita yang memiliki diet rendah lemak, terutama vegan dan vegetarian, cenderung tidak mengandung bayi kembar dibandingkan mereka yang sering mengonsumsi susu murni atau daging-dagingan secara rutin.
 
"Kemungkinannya adalah karena perbedaan hormon yang tidak terlalu signifikan di antara keduanya, wanita dengan diet tinggi lemak memiliki indeks masa tubuh (BMI) yang lebih tinggi," kata David.
 

3. Jumlah anak yang kamu miliki


Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak kamu melahirkan, peluang kamu untuk mendapatkan anak kembar pada tahap tertentu juga semakin besar.
 

4. Usia


Biasanya, bayi kembar yang dikandung secara alami lebih sering terjadi pada wanita berusia 30 atau 40-an. "Ini tentang cara kerja ovarium kamu dan bagaimana fungsinya berubah seiring bertambahnya usia, jadi kamu bisa melepaskan lebih dari satu telur setiap bulannya," kata David.
 

5. Perawatan kesuburan


Salah satu hal yang dapat meningkatkan kemungkinan kamu memiliki anak kembar adalah menjalani perawatan kesuburan, seperti bayi tabung. "Itu tergantung pada tubuh kamu yang diberi obat untuk merangsangnya agar berovulasi dan menghasilkan telur," ujar David.

Jangan lupa konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan kamu ya sebelum memutuskan melakukan berbagai hal soal ini.
(TIN)

MOST SEARCH