FAMILY

Kasus Persalinan di RSUD Jombang, Ini Bahaya Preeklamsia pada Bumil dan Janin

Yatin Suleha
Rabu 03 Agustus 2022 / 19:06
Jakarta: Tentu kita prihatin dengan kasus meninggalnya bayi saat proses persalinan di RSUD Jombang. Dalam wawancara khusus dengan Prof. DR. Dr. Budi Wiweko, SpOG(K)-FER, MPH seorang dokter spesialis kandungan (obgyn) dalam tayangan Newsline di Metro TV Rabu, 3 Agustus 2022 dokter Wiweko mengatakan bahwa kita harus mewaspadai preeklamsia pada ibu hamil.

"Preeklamsia pada hakekatnya adalah merupakan suatu kondisi, sering disebut dalam bahasa awamnya adalah keracunan kehamilan, yaitu keadaan di mana ibu hamil mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi, dan biasanya disertai juga dengan keluhan-keluhan lain seperti tungkai yang bengkak atau kaki yang bengkak, kemudian kepala pusing, kadang-kadang disertai dengan mual dan muntah, dan saya kira preeklamsia ini juga merupakan salah satu komplikasi di dalam kehamilan yang bisa membahayakan ibu maupun bayi yang dikandung di dalam rahim," buka DR. Budi Wiweko.

Lalu, dengan kondisi preeklamsia tersebut bisakah melahirkan secara normal? Menurut DR. Budi Wiweko prinsipnya ibu hamil menderita preeklamsia, maka kehamilan biasanya harus segera diakhiri.

Lebih lanjut ia mengatakan, "Terutama ketika usia kehamilan sudah di atas 34 minggu. Pada umumnya seperti itu."
 

Bagaimana persalinan pada seorang ibu yang mengalami preeklamsia? 


DR. Budi mengatakan, "Tergantung pada kondisi si ibu masing-masing. Ada yang bisa bersalin dengan persalinan pervaginam ataupun normal, tetapi ada tindakan emergency yang harus kita lakukan itu dengan seksio sesarea (SC/sesar) pada kondisi-kondisi tertentu yang membahayakan ibu."

Contohnya menurut DR. Budi adalah preeklamsia berat yang sudah disertai dengan komplikasi. "Ya, karena komplikasinya bisa ke organ hati, komplikasinya bisa ke organ ginjal, komplikasinya bahkan si ibu bisa kejang, komplikasinya bisa pendarahan, lepasnya plasenta dan sebagainya."

Menurut DR. Budi pada kondisi-kondisi yang sangat berat tentunya persalinan seksio sesarea menjadi pilihan.

"Tapi kalau kondisinya stabil, dan ibu dalam tekanan darah yang bisa dikontrol, kemudian diperkirakan persalinannya tidak akan lama maka persalinan pervaginam itu bisa menjadi pilihan yang baik," papar DR. Budi.



(Prof. DR. Dr. Budi Wiweko, SpOG(K)-FER, MPH. Foto: Tangkapan layar Program Newsline Metro TV)
 

Jadi, seharusnya seperti apa persalinan dengan ibu yang mengalami preeklamsia?


"Tentunya kita, kami sebagai dokter spesialis kebidanan menghadapi kasus emergency tentu kita akan melihat secara komprehensif. Saya tentu tidak memahami sesungguh sepenuhnya bagaimana situasi di lapangan tetapi pada kasus-kasus preeklamsia berat atau kasus apa pun itu, kita nomor satu akan melihat bagaimana kemajuan persalinan."

"Pada kemajuan persalinan yang sangat baik dan sudah di tahap akhir persalinan pervagina pembukaan 8 cm, ya kita tahu pembukaan lengkap itu 10 cm, ketika bayi bisa lahir dengan normal atau pervaginam maka biasanya dokter akan memutuskan untuk melahirkan bayi secara normal," jelas DR. Budi.
 

Dampak dari preeklampsia berat


Dalam tinjauan dr. Tania Savitri melalui Hellosehat dipaparkan akan ada dampak dari preeklampsia berat yang akan memberikan risiko berbeda pada tiap janin. Dampak utama pada janin adalah kekurangan gizi akibat kekurangan pasokan darah dan makanan ke plasenta.

Hal ini mengarah ke gangguan pertumbuhan si bayi di dalam kandungan. Janin bisa berisiko lahir cacar hingga lahir mati, akibat tidak mendapatkan makanan yang cukup.

Penelitian lanjutan juga sudah banyak menunjukkan bahwa preeklampsia pada ibu hamil bisa membuat bayi berisiko terkena penyakit tertentu. 

Ini disebabkan karena janin harus bertahan dengan pasokan nutrisi yang terbatas sewaktu di dalam kandungan. Dalam hal ini, mereka akan mengubah struktur dan metabolisme mereka secara permanen.

Perubahan ini mungkin akan menjadi penyebab dari sejumlah penyakit di kemudian hari, termasuk penyakit jantung koroner dan gangguan terkait seperti stroke, diabetes dan hipertensi.
(TIN)

MOST SEARCH