FITNESS & HEALTH

Selama Kehamilan Hindari Stres, Bisa Berdampak Emosional Negatif pada Bayi

Mia Vale
Rabu 28 September 2022 / 14:28
Jakarta: Kehamilan tentu membahagiakan. Namun menjalaninya kadang bisa cukup sulit, mulai dari lelah, stres dari pekerjaan, ekonomi tidak stabil, sampai risiko terinfekai covid-19 atau virus lainnya. Pastinya semua itu akan terasa luar biasa. Namun, ibu hamil juga harus mengatasi stres yang menyerang agar kondisi tersebut tidak memengaruhi bayi yang dikandung. 

Studi yang diterbitkan di jurnal Infancy, menemukan bayi dari ibu yang mengalami lebih banyak fluktuasi stres selama kehamilan menunjukkan lebih banyak ketakutan, kesedihan, dan kesusahan pada tiga bulan pertama dibandingkan dengan ibu yang kurang stres. 

Wanita dengan fluktuasi yang lebih tinggi lebih mungkin untuk melaporkan bahwa bayi mereka sering tampak marah, menangis atau rewel ketika ditinggalkan di tempat tidur, menunjukkan kesusahan ketika mereka lelah, dan menempel pada orang tua ketika diperkenalkan dengan orang dewasa yang tidak dikenal.

Seperti dirangkum dari laman CNN, Dr. Marian Earls, ketua American Academy of Pediatrics Council on Healthy Mental & Emotional Development, menerangkan bahwa bayi yang mengalami stimulasi kronis dari sistem respons stres atau 'stres beracun,' tanpa penyangga dari orang dewasa yang peduli berdampak pada perkembangan otak awal, sistem kekebalan, dan epigenetik.

Selain itu, penelitian pada bayi dari ibu dengan depresi pascamelahirkan menyoroti dampak potensial lainnya juga. Misalnya, anak-anak dari ibu yang depresi lebih cenderung memiliki tingkat hormon stres kortisol yang lebih tinggi sebagai anak-anak prasekolah. 

"Dan perubahan tingkat ini terkait dengan kecemasan, kewaspadaan sosial, dan penarikan diri," menurut pernyataan kebijakan AAP tentang depresi setelah lahir.


(Wajar jika merasa stres selama kehamilan, tetapi ada strategi untuk mencegahnya berdampak negatif pada wanita dan bayinya. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)

Anak-anak ini mungkin memiliki kontrol diri yang buruk, hubungan teman sebaya yang buruk, masalah sekolah, dan agresi, serta gangguan keterikatan, masalah perilaku, dan depresi serta gangguan suasana hati lainnya. 

Namun, sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa jika seorang anak memiliki orang dewasa yang peduli yang dapat memberikan hubungan pengasuhan yang aman dan stabil, banyak kesulitan masa kanak-kanak dapat dimodifikasi.

Mengumpulkan data stres secara real time- para peneliti meminta 72 wanita menyelesaikan survei tentang tingkat stres mereka hingga empat kali sehari selama periode 14 minggu selama kehamilan. 

Ketika bayi mereka berusia 3 bulan, para ibu mengisi Kuesioner Perilaku Bayi, sebuah survei yang mengukur temperamen bayi. Mengukur tinggi rendahnya stres secara real time selama kehamilan memungkinkan para ilmuwan untuk melihat gambaran yang lebih komprehensif tentang tingkat ketegangan wanita.

Menurut penulis utama studi Leigha MacNeill, sekaligus asisten profesor ilmu sosial medis di Fakultas Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern di Chicago, langkah selanjutnya dalam penelitian tim studi adalah untuk melihat bagaimana perubahan biologis ibu saat stresnya berfluktuasi. Hal ini agar peneliti dapat mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana hal itu mempengaruhi bayi.
 

Cara mengurangi stres selama hamil


Wajar jika merasa stres selama kehamilan, tetapi ada strategi untuk mencegahnya berdampak negatif pada wanita dan bayinya. Ibu hamil dapat mencoba latihan pernapasan dalam untuk mengurangi stres dan menurunkan detak jantung mereka. Salah satu tekniknya disebut pernapasan perut, yaitu menarik napas melalui hidung selama lima detik, lalu menghembuskan napas melalui hidung selama lima detik lagi.

Berolahraga setidaknya 150 menit per minggu dapat mengurangi risiko depresi dan mengurangi kecemasan dan stres selama kehamilan, menurut laporan tahun 2019 yang diterbitkan dalam jurnal Medicina. 

Aktivitas seperti yoga dapat memperkuat otot yang digunakan saat melahirkan dan mengurangi keparahan kondisi medis seperti mual dan sakit punggung. Namun, ibu hamil harus berbicara dengan dokter kandungan mereka untuk memastikan aktivitas fisik aman selama kehamilan.
(TIN)

MOST SEARCH