FITNESS & HEALTH

3 Cara Menghitung Usia Kehamilan Dengan Mudah

Mia Vale
Minggu 02 Oktober 2022 / 11:00
Jakarta: Menghitung hari bayi mulai berkembang dan melacak tanggal kehamilan kamu bisa menjadi tantangan. Perkembangan kehamilan dihitung dari hari pertama periode normal terakhir bumil (ibu hamil), meskipun perkembangan janin tidak dimulai sampai pembuahan.

Kehamilan dihitung mulai hari ini karena setiap kali seorang wanita mengalami menstruasi, tubuhnya sedang mempersiapkan kehamilan. Informasi berikut digunakan sebagai panduan umum untuk perkembangan janin yang sehat, meskipun perkembangan dapat bervariasi karena kesehatan ibu atau kesalahan perhitungan ovulasi.

Usia kehamilan sendiri adalah usia kehamilan dari periode menstruasi normal terakhir (HPHT). Sedangkan usia janin adalah usia sebenarnya dari bayi yang sedang tumbuh. Seperti yang dilansir dalam laman Halodoc, menghitung usia kehamilan bisa membantu bumil dan dokter untuk mengetahui seberapa jauh kehamilan seseorang.

American College of Obstetricians and Gynecologists, American Institute of Ultrasound in Medicine, dan Society for Maternal-Fetal Medicine, seperti dinukil dari American Pregnancy, membuat rekomendasi berikut mengenai metode untuk memperkirakan usia kehamilan.


(Cara menghitung usia kehamilan yang lainnya adalah dengan menghitung dari tanggal ovulasi (pelepasan sel telur). Ovulasi biasanya terjadi berkisar dua minggu setelah hari pertama haid. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

1. Trimester pertama 


Adalah minggu ke-1 sampai akhir minggu ke-13 dan terdiri dari bulan ke-1, ke-2 dan ke-3
 

2. Trimester kedua 


Biasanya berakhir sekitar minggu ke-26 dan terdiri dari bulan ke-4, ke-5 dan ke-6
 

3. Trimester ketiga 


Dapat berakhir di mana saja antara minggu ke-38-42 dan merupakan bulan ketujuh, delapan, dan sembilan kehamilan.

Namun, banyak ibu hamil yang bingung bahkan tidak tahu cara menghitung usia kehamilan. Nah, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghitung usia kehamilan dengan tepat.
 

Hari pertama haid terakhir


HPHT adalah cara yang paling umum digunakan untuk menghitung usia kehamilan. Cara ini mungkin lebih mudah apabila calon ibu mengalami haid secara teratur tiap bulannya. Jika ibu mengalami haid yang teratur dan mengetahui hari pertama haid terakhir, maka usia kehamilan dapat dihitung dari tanggal tersebut. Usia kehamilan dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir, bukan dari tanggal pembuahan.

Pembuahan biasanya terjadi berkisar 11-21 hari setelah hari pertama haid terakhir. Setelah mengetahui tanggal menstruasi terakhir, bumil bisa memperkirakan hari perkiraan lahir (HPL) dengan menambahkan 40 minggu dari hari pertama menstruasi. 
Namun, bila menstruasi wanita tidak teratur atau tidak dapat mengingat hari pertama menstruasi terakhirnya, mungkin sulit untuk menentukan usia kehamilan menggunakan metode ini.
 

Tanggal ovulasi


Cara menghitung usia kehamilan yang lainnya adalah dengan menghitung dari tanggal ovulasi (pelepasan sel telur). Ovulasi biasanya terjadi berkisar dua minggu setelah hari pertama haid. Bisa dibilang cara ini lebih akurat untuk melakukan penghitungan usia kehamilan yang sebenarnya. 

Salah satu tanda ovulasi yang bisa kamu ketahui adalah dengan melihat kekentalan lendir serviks. Namun, sayangnya tidak semua wanita mengetahui dan menyadari kapan dirinya mengalami ovulasi.
 

Pemeriksaan ultrasonografi


Pengukuran bayi melalui USG pada awal kehamilan adalah cara yang paling akurat. Biasanya, pemeriksaan ini bisa dilakukan sejak usia kandungan mencapai lima sampai enam minggu. Nah, waktu terbaik untuk memperkirakan usia kehamilan menggunakan USG adalah antara minggu ke-8 dan ke-18 kehamilan.
(TIN)

MOST SEARCH