FITNESS & HEALTH

Siapa Bilang Tumor Payudara Selalu Kanker? Ini Penjelasannya!

Mia Vale
Kamis 21 Oktober 2021 / 18:03
Jakarta: Siapa sangka, tidak memiliki faktor genetik atau keturunan keluarga yang memiliki penyakit tumor atau kanker, Andien Aisyah, penyanyi kenamaan Indonesia pernah divonis tumor payudara saat usia 16 tahun. 

Bingung, takut, sampai merasa down, dialami oleh pelantun lagu "Gemintang" ini. Belajar dari pengalaman Andien, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui tentang tumor payudara.

Saat menemukan benjolan di sekitar payudara, pasti yang terbesit dalam pikiran kita, wah... kanker! Padahal belum tentu. Pada kenyataannya, banyak dari benjolan itu merupakan tumor payudara dan bersifat jinak, di mana teksturnya lunak, bentuknya teratur, dan mudah digerakkan.

Tumor payudara biasanya muncul menjelang menstruasi atau menjelang menopause. Ini terjadi karena adanya perubahan hormon. Dan sebagian besar, benjolan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Namun begitu, benjolan di payudara bisa saja berkembang menjadi tumor ganas penyebab kanker. 

Bentuknya berbeda dengan tumor jinak, yakni padat, bentuk tidak teratur, dan tidak dapat digerakkan. So, cari tahu, yuk, apa perbedaan antara benjolan payudara yang jinak dan benjolan payudara yang ganas.
 

1. Perubahan fibrosistik atau fibroadenosis


Merupakan perubahan hormon yang terjadi pada siklus menstruasi. Akibatnya memicu munculnya benjolan di kedua payudara yang terasa nyeri. Biasanya terjadi sebelum menstruasi dan akan menghilang setelah datang bulan. 

Perubahan ini umumnya terjadi pada wanita berusia 35-50 tahun. Kondisi ini tidak memerlukan penanganan medis. Dokter akan memberikan obat untuk meredakan nyeri payudara saat yang timbul saat haid. 


tumor payudara tak selalu kanker
(Beberapa tumor payudara dapat berkembang menjadi kanker. Alangkah baiknya segera periksa ke dokter untuk lebih tahu lagi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 
 

2. Fibroadenoma


Tumor jinak ini paking sering dialami oleh wanita muda berkisar 20-30 tahun. Bertekstur kenyal dan dapat digerakkan. Penyebabnya diduga berkaitan dengan hormon esterogen. Benjolan ini bisa bertambah besar selama kehamilan dan akan mengecil kala menopause. 

Namun begitu, fibroadenoma, perkembangannya perlu dideteksi dan dievaluasi. Operasi pengangkatan akan dilakukan bila diperlukan.
 

3. Papiloma intraduktal


Benjolan kecil menyerupai kutil ini tumbuh pada dinding saluran susu dekat puting. Dan untuk beberapa kasus, ini dapat memicu keluarnya cairan dari puting. Hati-hati, bila memiliki lima atau lebih papiloma sekaligus, bisa berisiko terkena kanker. Untuk itu biasanya dokter menyarankan melakukan pengangakatan benjolan yang muncul.
 

4. Nekrosis lemak akibat cedera


Benjolan ini bertekstur padat dan bulat. Terventuk saat jaringan parut menggantikan jaringan payudara yang rusak karena cedera. Biasanya benjolan ini tidak berisiki menjadi kanker. Namun, dokter bisa menyarankan untuk melakukan pengangkatan nekrosis lemak.
 

5. Kista payudara


Merupakan kantung berisi cairan yang bisa terbentuk pada salah satu atau kedua payudara. Ukurannya pun beragam dan dapat berubah seiring siklus menstruasi. Untuk mengatasinya bisa dengan prosedur aspirasi jarum halus di mana berfungsi untuk menyedot caira agar kista mengempis.
 

Kapan ke dokter?


Tumor payudara sering muncul sebagai benjolan tunggal yang keras atau penebalan di bawah kulit. Dan beberapa tumor payudara ini dapat berkembang menjadi kanker. Alangkah baiknya segera periksa ke dokter bila ada beberapa gejala, seperti: 

- Nyeri payudara
- Perubahan ukuran, bentuk, atau konsistensi payudara
- Muncul cekungan pada payudara atau permukaan kulit payudara, seperti kulit jeruk
- Puting tertarik atau masuk ke dalam payudara
- Keluar cairan bening atau darah dari puting
- Muncul benjolan atau bengkak di salah satu ketiak
- Ruam merah di sekitar puting

Jadi, jangan tunda untuk periksa ke dokter bila mengalami beberapa gejala di atas. Karena semakin cepat pemeriksaan, akan semakin cepat pula penanganan yang dilakukan.
(TIN)

MOST SEARCH