End Google Analytics -->
FITNESS & HEALTH

Cara Cepat Mengenali dan Kurangi Risiko Benjolan di Payudara

Medcom
Kamis 24 November 2022 / 21:43
Jakarta: Benjolan pada organ payudara yang merupakan suatu jaringan abnormal yang tumbuh di dalam payudara. Benjolan itu dapat diketahui melalui sentuhan.

Jaringan abnormal tersebut akan terasa padat atau menggumpal berisi cairan jika diraba atau disentuh. Hal tersebut disampaikan dokter Spesialis Bedah dari Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya, Leila Lengkong dalam edukasi yang disiarkan melalui Instagram dan YouTube.

Menurut dr. Leila Lengkong Sp.B., konsistensi benjolan tergantung pada jenisnya. Berdasarkan penelitian, benjolan umumnya dialami oleh para wanita, tapi juga dapat terjadi pada pria. Hal ini bisa disebabkan faktor keturunan, lingkungan tempat tinggal, paparan radiasi, konsumsi makanan yang diawetkan dan lainnya.

"Gejala secara spesifik hampir tidak ada ketika proses benjolan terbentuk. Artinya, deteksi dini adalah penting karena akan diketahui setelah terlihat benjolan atau melakukan SADARI (periksa payudara sendiri) dan SADANIS (periksa payudara klinis) yang dilakukan berkala," katanya.

Dalam tahapan deteksi, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang guna menegakkan diagnosis yaitu, Ultrasonografi (USG), Mammographi, Duktografi atau Galaktografi dan Biopsi.

Pada sesi tanya jawab, dr. Leila juga sempat membahas kista. Dia memastikan kista merupakan benjolan berisi cairan yang terbentuk akibat penumpukan cairan di dalam kelenjar payudara, dan merupakan salah satu penyebab.

"Itulah salah satu penyebab utama benjolan pada payudara dominan dimiliki perempuan karena wanita dapat memiliki lebih dari satu kista, pada satu atau kedua payudara. Dan juga benar, USG juga dapat menentukan ukuran benjolan dan lainnya," jelas dr. Leila.

Sementara tumor jinak yang akan cepat terecovery dengan penanganan medis, umumnya tidak berbahaya. Bahkan dalam beberapa kasus benjolan akan menghilang dengan sendirinya. Tindakan medis segera akan dilakukan pada benjolan berukuran besar.

"Namun banyak juga tumor dengan keganasan yang sangat mungkin berkomplikasi terhadap kerusakan payudara dan berkembang menjadi kanker apabila terlambat ditangani medis," ucapnya.

Ketika benjolan telah terdiagnosis, rutin konsultasi dengan dokter akan bemanfaat seperti mengurangi resiko komplikasi, kerusakan jaringan dan infeksi payudara akibat abses.

"Selain SADARI dan SADANIS beberapa hal lain juga mengurangi risiko terkena benjolan payudara antara lain tidak merokok, rutin berolahraga, konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang dan istirahat yang cukup dan mampu mengelola stres dengan baik," tutupnya.




 
(ELG)

MOST SEARCH