INTERIOR

Mengenal Terapi Warna untuk Kesehatan Mental dan Fisik

A. Firdaus
Jumat 10 Desember 2021 / 08:41
Jakarta: Praktisi kesehatan holistik dan self-healing Reza Gunawan menjelaskan bahwa chromotherapy atau terapi warna dapat memengaruhi kesehatan mental, emosional, hingga kualitas istirahat yang juga akan berdampak pada kesehatan fisik.

Menurut Reza, terapi warna merupakan salah satu upaya untuk memberikan asupan kepada panca indera, yakni mata sebagai reseptor cahaya, agar seseorang bisa mendapatkan kesehatan lahir dan batin secara mandiri.

"Panca indera ini pintu gerbang menuju batin. Maka, kalau kita tidak jaga apa yang kita konsumsi melalui panca indera kita, dia juga akan mempengaruhi kesehatan dan mood kita, terutama secara mental dan emosional," kata Reza saat diskusi daring, Kamis.

Reza juga mengatakan, terapi warna bisa terjadi melalui dua jalur. Yaitu dari luar ke dalam tubuh dan dari dalam ke luar tubuh.

"Pertama, dari luar ke dalam. Jadi kalau kita melihat pemandangan yang indah, setiap warna seolah-olah memberikan perasaan atau mood tersendiri," ujar Reza.

Pada umumnya, lanjut Reza, pengaruh dari jalur tersebut akan dirasakan secara sadar saat pertama kali melihat warna tersebut. Setelah itu tidak sadar. Artinya, warna apa pun yang kamu pakai di rumah, waktu yang baru dicat, maka kamu akan menikmati secara sadar.

"Tapi lama-lama kita tidak sadar karena sudah diterjemahkan oleh otak sebagai sesuatu yang biasa," imbuh dia.

Sedangkan jalur kedua yakni dari dalam ke luar tubuh, kata Reza, merupakan saat seseorang melatih kepekaan batin melalui panca indera untuk kembali mengenalnya sebagai sesuatu yang baru.

"Di sini, latihan-latihan kontemplatif atau mindfulness bisa membantu kita. Istirahatkan panca indera kita. Jangankan meditasi, tapi sekadar memejamkan mata dan hening sejenak, ketika membuka mata maka seolah-olah di sekitar kita jadi lebih cerah," kata Reza.

Jadi, kamu harus senantiasa memperbarui stimulasi yang panca inderamu terima. Sehingga kamu bisa lebih mengapresiasi keindahan yang ada di lingkunganmu.

Melihat pengaruh yang besar antara terapi warna dengan kondisi mental dan fisik seseorang, Reza menyarankan untuk memilih warna yang tepat sebagai dekorasi ruangan. Setiap warna, kata dia, tentu akan memberikan pengaruh yang berbeda pula.

Salah satu warna yang memberikan efek positif, menurut Reza, adalah warna biru. Sebab memiliki kecenderungan untuk menenangkan, meredakan gelisah, memicu respon relaksasi, dan meningkatkan fokus. Oleh karena itu, warna biru juga sering digunakan untuk terapi perilaku.

"Selain itu, warna biru juga simbol kelapangan, suasana cerah, batin teduh, damai, dan nyaman," pungkasnya.
(FIR)

MOST SEARCH