End Google Analytics -->
FAMILY

Kendala yang Dialmi para Ibu Pekerja saat Mengasihi dan Cara Mengatasinya

Medcom
Selasa 11 Oktober 2022 / 13:10
Jakarta: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada bayi dengan skin to skin contacts biasa disebut juga dengan mengasihi. Proses ini umumnya berlangsung selama bayi baru lahir hingga usia 2 tahun.

Fakta menarik dari mengasihi ini adalah jika bayi yang diberi ASI selama 2 tahun lamanya maka IQ si kecil cenderung lebih tinggi daripada bayi yang diberi susu formula atau ibu berhenti mengasihi sebelum 2 tahun, lho.

Namun bagaimana jika ibu adalah seorang wanita karier dan tidak bisa mengasihi terus menerus seperti ibu rumah tangga lainnya? Tenang saja moms, kamu bisa mulai memeras air susu untuk stok bayi di rumah.

Namun, tak jarang moms akan mengalami beberapa kendala saat memerah ASI:
 

Tidak bersentuhan kulit secara langsung


Biasanya ibu yang mengalami kesulitan memerah ASI adalah ketika air susunya tidak keluar begitu banyak. Hal itu disebabkan karena jika ibu mengasihi bayi secara langsung maka koneksi ibu dan bayi akan lebih kencang dan memberi dampak air susu mengalir deras.

Dalam acara talkshow Mothercare Soiree, Dr. Fransiska Farah, Sp.A M.Kes menyarankan untuk para ibu yang memerah ASI-nya bisa dilakukan sambil melihat foto sang buah hati agar pikiran jadi lebih tenang dan ASI keluar lebih banyak.
 

Tingkat stress lebih tinggi


Masalah selanjutnya yang dialami ibu karier terhadap ASI-nya adalah, ibu yang biasa di rumah sejak bayinya lahir dan tiba-tiba bekerja maka tingkat stresnya akan lebih tinggi dan sangat berpengaruh terhadap kualitas ASI yang dihasilkan. Bisa saja karena tuntutan kerja yang tinggi, teman-teman yang belum tentu 100% memberi support, dan jauh dari buah hati.

Nah, di sinilah support system orang terdekat sangat diperlukan. Ajaklah suamimu untuk bekerja sama dan memberikan dukungan lebih agar kamu tidak terlalu stres dalam menjalaninya. Moms juga bisa meminta tolong bantuan dari orang tua di rumah atau mertua yang ada.
 

Cuti lahiran di bawah 3 bulan


Penelitian mengatakan cuti lahiran di bawah 6 minggu atau 3 bulan telah meningkatkan risiko kegagalan menyusui. Namun saat ini sudah ada RUU yang berisikan tentang cuti kelahiran selama 6 bulan untuk sang ibu dan 40 hari untuk suami. Jadi awal masa kelahiran buah hati, suami juga bisa turut membantu mengasihi. Dan semoga saja RUU ini bisa segera disahkan.
 

Kurangnya perawatan diri


Ini dia hal kecil yang sebenarnya berdampak sangat besar tanpa kita sadari. Biasanya ibu akan sangat menyerahkan seluruh waktunya untuk buah hati, namun di balik hal itu me time juga diperlukan agar mood baik ibu mendorong supply asi yang banyak.

Moms bisa meluangkan waktu untuk diri sendiri dengan aktivitas yang moms sukai. Jangan khawatir terhadap bayi, kamu bisa menitipkannya sebentar pada orang terdekat saat bayi tertidur pulas.

Seperti yang dilakukan aktris Cut Meyriska, ia mengatakan, ketika ia sedang merasa sangat capek di rumah, dan sudah lama tak ke salon untuk memanjakan diri. Tapi ia bersyukur punya suami yang support dan mengizinkan hingga akhirnya dia membawa keluarga ke salon untuk quality time bareng.

"Dan kalau enggak bisa keluar, kadang aku dan suami barbeque-an di rumah pas anak lagi tidur. Bahan-bahannya suami yang beli keluar. Dan setelah me time kaya gitu, ternyata ASI-ku keluar banyak banget," pungkas Cut Meyriska.

Nandhita Nur Fadjriah
(FIR)

MOST SEARCH