FITNESS & HEALTH

Hepatitis Akut Misterius di Indonesia Bertambah 2 Menjadi 16 Kasus

Mia Vale
Selasa 24 Mei 2022 / 16:43
Jakarta: Secara global, per 21 Mei 2022, kasus hepatitis akut ada 31 negara yang melaporkan sebanyak 614 kasus hepatitis akut, dengan jumlah kematian 14 kasus. Sementara situasi nasional terhadap hepatitis akut ini per 23 Mei 2022 ada 35 kasus dengan 19 kasus disingkirkan. Dan ada 16 kasus yang diduga hepatitis akut berat yang masih misterus penyebabnya. 

Dari ke-16 kasus tersebut terdiri satu kasus probable dan 15 kasus lainnya masih pending. Adapun peyebarannya terdapat di 10 provinsi yang awalnya ada 8 provinsi, yakni Sumatra Barat, Jambi, Bangka Belitung, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan dengan masing-masing satu pending classification. Bali dan Jawa Timur masing-masing dua pending classification. Dan Jakarta dengan satu kasus probable. 

"Dari ke-16 kasus itu, 11 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Sedangkan untuk usia, 0 sampai 5 tahun ada 11 orang, 6 sampai 10 ada 2 orang, dan 4 orang berusia di atas 10 tahun. Sedangkan penambahan 2 provinsi terduga hepatitis akut ini adalah Banten dan Sulawesi Selatan," papar juru bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 24 Mei 2022.


kasus hepatitis akut di indonesia
(Kemenkes lewat webinar tentang perkembangan kasus hepatitis akut dan cacar monyet di Indonesia menyebutkan, menunjuk 19 rumah sakit di beberapa provinsi dan daerah sebagai rumah sakit rujukan Hepatitis akut pada yang belum ditemukan penyebabnya. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
 

Dugaan penyebab hepatitis akut


Sementara ini dr. Syahril menyampaikan bahwa hipotesis atau dugaan penyebab hepatitis akut misterius ini ada enam, yakni: 

- Adenovirus biasa
- Adenovirus varian baru
- Sindrom post-infeksi SARS-CoV-2
- Paparan obat/lingkunga/toksin
- Patogen baru: sendiri atau ko-infeksi
- Varian baru SARS-CoV-2

Namun begitu, dr. Syahril mengatakan bahwa pemerintah melakukan upaya-upaya untuk menanggulangi penyakit ini, seperti:

- Mengeluarkan surat edaran alur pengiriman rujukan spesimen pemeriksaan sampel
- Distribusi reagen Hepatitis E (sudah bisa melakukan pemeriksaan Hepatitis E sendiri), ke 10 rumah sakit, seperti RSCM Jakarta, RSPI Sulianti Saroso, RSUP Adam Malik, Medan, dan beberaap rumah sakit lainnya
- Penerbitan Keputusan Dirjen Yankes tentang tata laksana hepatitis akut pada anak ybag belum dketahui penyebabnya di fasilitas pelayanan kesehatan
- Menunjuk 19 rumah sakit di beberapa provinsi dan daerah sebagai rumah sakit rujukan Hepatitis akut pada yang belum ditemukan penyebabnya. Mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimatan, dan Sulawesi

Dengan update yang terus diberikan pemerintah, dr. Syahril meminta kepada masyarakat jangan panik dan cemas. Tetaplah waspada dan tetap lakukan prokes yang selama ini sudah dilakukan. Pun biasakan perilaku hidup bersih dan sehat. 

(TIN)

MOST SEARCH