FITNESS & HEALTH

Benturan Kepala saat Olahraga Perlu Diwaspadai, Bisa Terkena Gegar Otak

Aulia Putriningtias
Kamis 24 September 2026 / 20:18
Ringkasnya gini..
  • Benturan kepala saat olahraga bisa memicu gegar otak. Kenali gejala yang perlu diwaspadai,
  • Pada saat terjadi benturan, penilaian awal perlu melihat mekanisme cedera.
  • Gegar otak bukan hanya berefek pada satu dua hari saja.
Jakarta: Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang gemar berolahraga, terutama sepak bola dan futsal. Kecenderungan jatuh dan terkena benturan kepala pun juga sangat tinggi terjadi.

Benturan di kepala juga salah satu kejadian yang patut diwaspadai. Hal ini dikarenakan dapat terjadinya gegar otak dan memiliki efek jangka panjang yang mengganggu aktivitas.

Menurut dr. Ferrdy Pratama Wijaya, SpN, MMRS, Dipl of Pain (Neurologist), pada saat terjadi benturan, penilaian awal perlu melihat mekanisme cedera. Hal ini juga sekaligus ada atau tidaknya tanda bahaya atau red flag.
 

"Mekanisme tersebut dapat menyebabkan cedera pada bagian otak yang mengalami benturan maupun pada sisi yang berlawanan," katanya pada Concussion Awareness Seminar & Talk Show sebagai National Kick-Off dari APPI Concussion Awareness Campaign bersama Eka Hospital di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.

Adapun beberapa gejala yang patut menjadi perhatian setelah terjadinya benturan kepala. Mulai dari gangguan penglihatan, yang mana pandangannya menjadi kabur atau melihat objek menjadi dua (double vision).

Kemudian, pusing dan muntah. Kejang juga dapat menjadi tanda yang perlu diwaspadai, meskipun menurut dr. Ferrdy, kejang tidak selalu langsung terjadi setelah cedera dan lebih mungkin berkaitan dengan kondisi atau lesi otak yang besar.

"Perubahan kesadaran juga menjadi salah satu parameter penting. Salah satunya adalah kondisi bingung atau amnesia yang menetap setelah benturan," lanjutnya.
.

Apa yang harus dilakukan setelah terjadi benturan saat olahraga?


Menurut dr. Donny Kurniawan, Sp.KO selaku Head Medical Division APPI, observasi diperlukan ketika seseorang dicurigai mengalami gegar otak. Tentunya ini terlebih pada atlet yang memiliki tuntutan aktivitas fisik tinggi.

"Makanya kan observasi pertama tuh paling bagus adalah 24 jam pertama. Orang kecelakaan aja kan di rumah sakit observasi 24 jam walaupun cedera kepala ringan, idealnya seperti itu," jelas dr. Donny.

Setelah mengalami benturan kepala saat berolahraga, munculnya gejala seperti gangguan penglihatan, pusing, muntah, kebingungan atau amnesia yang menetap, penurunan kesadaran, kejang, dugaan patah tulang tengkorak, maupun sakit kepala yang semakin berat perlu mendapat perhatian.

Penilaian tenaga medis diperlukan untuk menentukan apakah kondisi tersebut merupakan gegar otak atau cedera kepala lain yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
 

Risiko jangka panjang gegar otak


Gegar otak bukan hanya berefek pada satu dua hari saja. Namun, efek-efek jangka panjang dapat terjadi. Mulai dari gejalanya yang persisten, seperti sakit kepala kronis, gangguan tidur, gangguan konsentrasi dan memori, pusing, vertigo, dan gangguan mood.

Kemudian, penurunan fungsi kognitif seperti penurunan daya ingat, kesulitan menyerap informasi, penurunan pemikiran perencanaan, lambat berpikir dan respons, hingga penurunan performa akademik dan profesional.

Selain itu, ada gangguan kesehatan mental, penyakit neurodegeneratif, hingga dampak fungsi hidup. Jadi, benturan kepala sebaiknya benar-benar diobservasi sekitar 24 jam untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH