FITNESS & HEALTH

Hadapi Varian Omicron di Gelombang Ketiga Covid-19, Begini Persiapan Pemerintah

Raka Lestari
Kamis 27 Januari 2022 / 18:30
Jakarta: Saat ini Varian Omicron sudah menjadi salah satu varian yang cukup banyak ditemukan di Indonesia. Selain itu, penyebaran Omicron melalui transmisi lokal juga sudah terjadi. Hal ini tentunya akan menyebabkan kenaikan jumlah pasien konfirmasi positif covid-19.

“Omicron sudah masuk ke Indonesia dan penularan lokal juga sudah terjadi. Sama juga dengan negara-negara lain, kita harus menghadapi Omicron ini,” ujar Menteri Kesehatan RI, Budi G. Sadikin dalam Konferensi Pers Kesiapan Menghadapi Gelombang Ketiga, pada Kamis, 27 Januari 2022.

Menurut Menkes Budi Gunadi, perbedaan utama dari varian Omicron dibandingkan varian lain adalah Varian Omicron penularannya lebih cepat dan banyak.

“Jadi nanti kita akan melihat nih, dalam waktu yang singkat kenaikan jumlah kasus yang cukup tinggi,” tutur Menkes Budi.

“Ciri-ciri yang kedua dari varian Omicron ini, dia hospitalisasi nya lebih rendah. Tingkat keparahannya juga lebih rendah. Sehingga kita juga akan melihat yang masuk ke rumah sakit lebih sedikit. Dan lebih banyak orang-orang yang terkena Omicron ini dirawat di rumah atau Isoman,” tambah Menkes.

Itulah sebabnya, Menkes Budi Gunadi menyebutkan bahwa strategi pemerintah dalam menghadapi gelombang Omicron ini sedikit berbeda dengan menghadapi gelombang Delta.

“Karena gelombang Delta itu keparahannya tinggi sehingga kita harus mempersiapkan rumah sakit dengan sangat hebat karena tekanannya tinggi sekali,” jelasnya.

“Sedangkan Omicron ini tinggi penularannya, tapi keparahannya rendah karena sebagian besar adalah OTG atau asimtomatik, atau dia sakitnya ringan. Jadi mungkin hanya pilek, batuk, atau ada demam sedikit yang sebenarnya bisa sembuh tanpa perlu dibawa ke rumah sakit,” kata Menkes.

Untuk menghadapi kemungkinan adanya gelombang ketiga karena adanya kasus Omicron, pemerintah sudah melakukan beberapa persiapan. Salah satunya adalah kesiapan tempat tidur isolasi.

“Per kemarin, yang dirawat di seluruh Indonesia ada 7.688. Total tempat tidur isolasi yang sudah siap sekarang untuk dipakai itu ada sekitar 80 ribuan,” kata Menkes Budi Gunadi.

“Ini baru sekitar 10 persen dari kapasitas tempat tidur isolasi kita. Kapasitas kita untuk ruang isolasi 120-130 ribu, yang sekarang sudah siap untuk dipakai ada sekitar 80 ribuan. Sudah terisi 7.600-an dari total kapasitas 80 ribu. Dan itu bisa naik sampai 120-130 ribuan,” tutup Menkes Budi.
(FIR)

MOST SEARCH