FITNESS & HEALTH

Penyebab Lansia Kurang Tidur

Kumara Anggita
Rabu 09 Juni 2021 / 06:06
Jakarta: Salah satu masalah yang sering dihadapi para lansia adalah kurang tidur. Penyebabnya bermacam-macam dan mengenalinya dapat membantu para lansia untuk mendapatkan tidur yang cukup.

Menurut Dr. Pukovisa Prawiroharjo Sp.S(K), Dokter Spesialis Saraf RSUI, lansia dengan usia 55-60 tahun membutuhkan waktu tidur sekitar 6,5 sampai 7 jam. Sementara untuk mereka yang berusia 80 tahun membutuhkan setidaknya 6 jam.

Sayangnya, beberapa lansia tidak bisa tidur selama waktu yang disebutkan di atas atau tidak mendapatkan tidur yang nyenyak. Dr. Pukovisa menjelaskan bahwa ada berbagai faktor yang menyebabkan para lansia jadi kurang tidur antara lain:
 

Kondisi primer


Kondisi primer yang dimaksud seperti Restless legs syndrome (RLS) atau Sindrom Kaki Gelisah. “Kakinya bergerak sendiri padahal tidur. Itu jadi tidak enak tidurnya,” katanya dalam Seminar Awam Bicara Sehat RSUI Ke-40: Tidur Nyenyak Lansia Sehat di Era Pandemi.
 

Kondisi internal


Kondisi internal ini ada beragam jenisnya seperti:

- Kebiasaan tidur siang 

- Terlalu cepat beranjak ke tempat tidur

- Beraktivitas di tempat tidur seperti melihat layar biru

- Kurang berolahraga atau aktivitas fisik di siang hari

- Kepergian partner

- Rasa menyendiri

- Sedang dirawat inap


Kondisi eksternal


Kondisi eksternal tentunya juga berdampak. Beberapa contohnya adalah:

- Suara volume tinggi yang mengganggu

- Suhu terlalu panas atau terlalu dingin

- Cahaya kamar terlalu terang

- Tempat tidur yang tidang nyaman
 

Konsumsi


Perlu juga dilihat apakah waktu itu lansia sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. “Obat-obatan tersebut biasanya pada kondisi depresi, hipertensi, asma, radang, alergi,” jelasnya.

Perhatikan juga apakah lansia sedang rutin konsumsi alkohol atau kafein berupa teh, kopi, soda, cokelat.
 

Masalah medis


Masalah medis terdiri dari berbagai aspek. Salah satu diantaranya adalah masalah psikiatri seperti depresi, gangguan kecemasan, psikosis. Lihat juga apakah lansia memiliki alergi tertentu yang berkaitan dengan pola tidurnya. 

Dr. Pukovisa juga menegaskan bahwa apakah lansia memiliki masalah pada jantung dan paru, menopause, dan masalah perkemihan.
 

Nyeri


Dan terakhir nyeri. Ini adalah keluhan yang sering dilaporkan lansia. Nyeri yang muncul bisa berupa nyeri kepala, nyeri lengan, nyeri perut, nyeri bahu dan tengkuk, nyeri punggung bawah, dan nyeri tungkal, sendi.
(YDH)

MOST SEARCH