FITNESS & HEALTH

Dokter Ingatkan Potensi Penularan Covid-19 di Kerumunan

Medcom
Kamis 02 Desember 2021 / 19:00
Jakarta: Seiring penurunan kasus virus korona di Indonesia, pemerintah mulai melakukan pelonggaran sejumlah aktivitas. Termasuk jalannya persidangan yang kini sudah bisa digelar secara tatap muka alias offline.

Melihat fenomena itu, Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI sekaligus Guru Besar FKUI, Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan potensi risiko penularan covid-19 di kerumunan, khususnya di ruang persidangan. Apalagi, jika persidangan yang melibatkan tokoh publik atau artis. Maka semakin besar pula potensi kerumunan yang terjadi.

"Yang jelas kalau ada kerumunan orang maka risiko penularan makin besar, jadi memang anjurannya adalah menghindari kerumunan," kata Prof. Tjandra, Kamis (2/12/2021).

Prof. Tjandra mengingatkan kasus yang pernah terjadi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Juni 2021. Saat itu, pengadilan sempat menghentikan sementara kegiatan offline termasuk sidang selama tiga hari setelah hakim hingga pegawai terpapar COVID-19. Jumlah orang yang terpapar virus SARS-CoV-2 itu mencapai 27 orang.

Terlebih lagi varian baru covid-19, Omicron yang sangat menular sudah terdeteksi di sejumlah negara. Jika terpaksa harus ada kerumunan, Prof. Tjandra mengingatkan ada tiga hal penting yang baik dilakukan untuk mengurangi risiko penularan covid-19.

"Satu, kalau bisa kerumunannya di luar ruangan. Kedua, waktu dalam kerumunan harus sesingkat mungkin dan ketiga, kalau terpaksa kerumunan di dalam ruangan, maka jendela dan lain-lain, harus terbuka lebar untuk menjamin ventilasi udara," paparnya.

"Saya tidak akan secara spesifik memberi anjuran kegiatan tertentu. Tetapi, silahkan gunakan prinsip-prinsip di atas untuk kegiatan apapun juga," lanjutnya.

Terkait varian baru covid-19, B.1.1.529 atau Omicron, Tjandra mengingatkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebutkan semua negara, termasuk Indonesia, perlu melakukan mitigasi berlapis.

"Mereka menyebutnya sebagai 'multi-layered risk mitigation approach'. Artinya tindakan pencegahan dan mitigasi memang harus dilakukan amat ketat dan berlapis-lapis," jelasnya.




 
(ELG)

MOST SEARCH