FITNESS & HEALTH

Mengenal Gejala Psikosomatik dan Cara Penanganannya

Raka Lestari
Rabu 08 September 2021 / 09:00
Jakarta: Gangguan psikosomatik adalah kondisi psikologis yang melibatkan terjadinya gejala fisik yang tidak memiliki penjelasan medis. Orang dengan kondisi ini mungkin memiliki pikiran, perasaan, atau kekhawatiran yang berlebihan tentang gejala yang dialaminya. Sehingga, memengaruhi kemampuan mereka untuk berfungsi dengan baik.

Orang dengan gangguan psikosomatik biasanya tidak melaporkan gejala gangguan kejiwaan. Sebaliknya, mereka percaya masalah mereka disebabkan oleh kondisi medis. Gangguan psikosomatik kadang-kadang disebut gangguan gejala somatik atau nyeri somatik.

 

Gejala 

Dikutip dari Cleveland Clinic, para ilmuwan tidak yakin mengenai penyebab terjadinya gangguan psikosomatik ini. Beberapa percaya bahwa stres melepaskan hormon dan bahan kimia dalam tubuh yang menyebabkan kerusakan atau disfungsi.

Selain gejala somatik itu sendiri (misalnya sakit perut), orang dengan gangguan psikosomatik sering mengalami:

- Mudah marah atau tersinggung karena mereka yakin kebutuhan medis mereka tidak terpenuhi.

- Depresi atau cemas.

- Mengunjungi penyedia layanan kesehatan terlalu sering, biasanya juga berpindah-pindah dari satu dokter ke dokter lainnya.

- Mengalami kesulitan berfungsi di tempat kerja, sekolah atau sosial.


(Sering mengunjungi layanan kesehatan bisa menjadi salah satu gejala penyakit psikosomatik. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

 

Pengobatan 

Jika kamu telah menemui penyedia layanan kesehatan dan gejala atau penyakit telah didiagnosis sebagai psikosomatik, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan, yaitu:

1. Jika dokter menganggap bahwa kamu sedang mengalami masalah yang berkaitan dengan mental maka biasanya mereka akan merujukmu ke psikolog profesional. Seorang terapis atau konselor akan dapat membantu menunjukkan dengan tepat apa yang menyebabkan stres dan menyarankan metode untuk mengelola perasaan sehingga perasaan tersebut menjadi kurang intens dan cenderung tidak memperburuk gejala.

2. Selain berbicara dengan terapis atau konselor kesehatan mental yang dapat membantumu dalam mengidentifikasi kesehatan mental, ada beberapa perubahan gaya hidup sederhana yang dapat kamu terapkan. Hal ini bisa bermanfaat dalam mengurangi stres dan juga meredakan gejala.



Hi Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/OVO @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
(yyy)

MOST SEARCH