FITNESS & HEALTH
Bali Punya Sentra Kesehatan Mata Berstandar Internasional
A. Firdaus
Jumat 13 Agustus 2021 / 20:31
Denpasar: Bali sebagai provinsi yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit, ternyata memiliki kondisi kesehatan mata yang perlu menjadi sorotan. Presentase kebutaan karena katarak di Bali ternyata mencapai 78,0%.
Kementerian Kesehatan melalui 'Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan di Indonesia 2017-2030' menyampaikan bahwa persentase kebutaan karena katarak di Bali mencapai 78,0%. Lebih tinggi dari rata-rata nasional: 77,7%.
Bahkan, 26,8% pasien katarak di Bali tidak sadar bahwa mereka menderita gangguan penglihatan ini. Mereka juga tidak tahu bahwa katarak bisa disembuhkan.
Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB 2014-2016) yang termuat dalam laporan InfoDATIN 'Situasi Gangguan Penglihatan' menyebut bahwa, prevalensi kebutaan pada penduduk usia 50 tahun ke atas di Bali mencapai 2,0% (sedikit di bawah rata-rata nasional 3,0%).
Berangkat dari sejumlah fakta tersebut, di Bali kini hadir Klinik Utama Mata JEC–Bali @ Denpasar sebagai sentra kesehatan mata terdepan bagi masyarakat Pulau Dewata. Tak terkecuali bagi para pengunjung atau wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta mereka yang tinggal di kawasan Indonesia Timur bagian selatan.
Diperkuat 13 dokter spesialis mata, hadirnya JEC-Bali @ Denpasar memudahkan berbagai kalangan untuk mengakses layanan kesehatan mata berstandar internasional tanpa perlu keluar pulau, apalagi ke luar negeri. Apalagi selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang memberi limitasi mobilitas.

"Sebagai bagian terintegrasi dari JEC Eye Hospitals and Clinics, Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar hadir menjadi sentra kesehatan mata yang menawarkan layanan secara menyeluruh berstandar internasional," jelas Dr. Luh Putu Intan Kartika Chandra Dewi, Sp.M selaku Kepala Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar.
Bukan hanya melalui keunggulan teknologi mutakhir, tetapi juga sumber daya manusia yang mumpuni, mulai dari spesialis mata, hingga tenaga kesehatan dan staf pendukung lainnya.
"Harapan kami, JEC-Bali @ Denpasar turut berperan menguatkan posisi Bali sebagai tujuan wisata dunia yang tidak cuma memiliki keindahan alam dan budaya saja. Namun, juga sebagai destinasi yang semakin nyaman karena didukung sarana kesehatan mata berkualitas dan tepercaya,” terangnya.
Aspirasi JEC-Bali @ Denpasar tersebut semakin tertegaskan melalui deretan layanan dan fasilitas setara dengan cabang-cabang klinik utama mata JEC Eye Hospitals and Clinics lainnya. Berbagai layanan penanganan gangguan penglihatan tersedia secara komprehensif, mulai dari 1) Katarak dan Bedah Refraktif, 2) Vitreoretina, 3) Glaukoma, 4) Mata Anak, hingga 5) Okuloplasti & Rekonstruksi.
Berlokasi di Jl. Teuku Umar Barat No. 170, Padangsambian, Denpasar Barat, JEC-Bali @ Denpasar menjadi cabang klinik mata utama kesembilan dari JEC Eye Hospitals and Clinics.
Di bangunan dua lantai berukuran keseluruhan 320 meter persegi, JEC-Bali @ Denpasar menyediakan rangkaian fasilitas andal, meliputi, Optical Coherence Tomography (OCT), Digital Foto Fundus, Perimetry Humprey, USG Mata, Biometry dengan IOL Master, Specular Microscope, Nd YAG Laser (Laser Kapsulotomi), Tonometri non-kontak, Autorefractometer, Retinometri, Contact Lens, Argon Laser (Laser Retina), dan Peripheral Iridotomy Laser (Laser Glaukoma).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Kementerian Kesehatan melalui 'Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan di Indonesia 2017-2030' menyampaikan bahwa persentase kebutaan karena katarak di Bali mencapai 78,0%. Lebih tinggi dari rata-rata nasional: 77,7%.
Bahkan, 26,8% pasien katarak di Bali tidak sadar bahwa mereka menderita gangguan penglihatan ini. Mereka juga tidak tahu bahwa katarak bisa disembuhkan.
Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB 2014-2016) yang termuat dalam laporan InfoDATIN 'Situasi Gangguan Penglihatan' menyebut bahwa, prevalensi kebutaan pada penduduk usia 50 tahun ke atas di Bali mencapai 2,0% (sedikit di bawah rata-rata nasional 3,0%).
Berangkat dari sejumlah fakta tersebut, di Bali kini hadir Klinik Utama Mata JEC–Bali @ Denpasar sebagai sentra kesehatan mata terdepan bagi masyarakat Pulau Dewata. Tak terkecuali bagi para pengunjung atau wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta mereka yang tinggal di kawasan Indonesia Timur bagian selatan.
Diperkuat 13 dokter spesialis mata, hadirnya JEC-Bali @ Denpasar memudahkan berbagai kalangan untuk mengakses layanan kesehatan mata berstandar internasional tanpa perlu keluar pulau, apalagi ke luar negeri. Apalagi selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang memberi limitasi mobilitas.

"Sebagai bagian terintegrasi dari JEC Eye Hospitals and Clinics, Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar hadir menjadi sentra kesehatan mata yang menawarkan layanan secara menyeluruh berstandar internasional," jelas Dr. Luh Putu Intan Kartika Chandra Dewi, Sp.M selaku Kepala Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar.
Bukan hanya melalui keunggulan teknologi mutakhir, tetapi juga sumber daya manusia yang mumpuni, mulai dari spesialis mata, hingga tenaga kesehatan dan staf pendukung lainnya.
"Harapan kami, JEC-Bali @ Denpasar turut berperan menguatkan posisi Bali sebagai tujuan wisata dunia yang tidak cuma memiliki keindahan alam dan budaya saja. Namun, juga sebagai destinasi yang semakin nyaman karena didukung sarana kesehatan mata berkualitas dan tepercaya,” terangnya.
Aspirasi JEC-Bali @ Denpasar tersebut semakin tertegaskan melalui deretan layanan dan fasilitas setara dengan cabang-cabang klinik utama mata JEC Eye Hospitals and Clinics lainnya. Berbagai layanan penanganan gangguan penglihatan tersedia secara komprehensif, mulai dari 1) Katarak dan Bedah Refraktif, 2) Vitreoretina, 3) Glaukoma, 4) Mata Anak, hingga 5) Okuloplasti & Rekonstruksi.
Berlokasi di Jl. Teuku Umar Barat No. 170, Padangsambian, Denpasar Barat, JEC-Bali @ Denpasar menjadi cabang klinik mata utama kesembilan dari JEC Eye Hospitals and Clinics.
Di bangunan dua lantai berukuran keseluruhan 320 meter persegi, JEC-Bali @ Denpasar menyediakan rangkaian fasilitas andal, meliputi, Optical Coherence Tomography (OCT), Digital Foto Fundus, Perimetry Humprey, USG Mata, Biometry dengan IOL Master, Specular Microscope, Nd YAG Laser (Laser Kapsulotomi), Tonometri non-kontak, Autorefractometer, Retinometri, Contact Lens, Argon Laser (Laser Retina), dan Peripheral Iridotomy Laser (Laser Glaukoma).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)