FITNESS & HEALTH

5 Tips Dr. Ning Tuk Cegah Penyakit Setelah Lebaran

Mia Vale
Minggu 01 Mei 2022 / 12:00
Jakarta: Selain mudik dan berkumpul bersama keluarga besar, ada momen Lebaran yag tak boleh dilupakan. Ya, aneka makanan lezat yang tersedia untuk melengkapi kebersamaan. Ada rendang, sambal goreng ati, opor, semur daging, sayur pepaya atau sayur godog, dan kue-kue kering ciri khas Lebaran tentunya. 

Banyaknya makanan lezat yang disajikan saat Lebaran, terkadang membuat porsi makan jadi tak terkontrol. Perlu diingat juga semua jenis makanan itu mengandung gula, garam, lemak yang tinggi.

Di mana bila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, selain menambah berat badan, juga bisa menyebabkan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti asam urat, kolesterol tinggi dan diabetes.

Untuk menjaga semua itu, diperlukan pemeriksaan setelah Lebaran ke faskes untuk mengetahui faktor risiko penyakit agar dilakukan pencegahan sedini mungkin. Semua ini dibahas dalam "Q&A Rabu Sehat: Cegah Penyakit Pasca Lebaran" yang dilangsungkan secara langsung di Instagram Kemenkes RI. Pada acara live itu, dr. RA Adaninggar PN, SpPD memberikan tips agar terhindar dari PTM usai Lebaran. 
 

1. Kendalikan dan sadar diri


Ragam makanan yang disajikan saat Lebaran memang sangat tinggi lemak, tinggi kalori. Untuk itu, kita harus memiliki konsep tahu diri dalam mengonsumsinya. "Agar tubuh tetap sehat, kita harus bisa mengendalikan diri, terlebih jika sudah memiliki penyakit metabolik seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan hipertensi," ujar dokter yang akrab disapa dr. Ning ini.

"Kadang orang beranggapan, makan banyak enggak masalah, toh bisa minum obat. Anggapan ini yang salah. Obat hanya menurunkan angka, tapi proses di dalam tubuh tidak bisa berhenti," ulas dr. Ning.


cara Cegah Penyakit Setelah Lebaran
(Dokter Ning mengingatkan agar makan tak berlebihan supaya kesehatan tetap terjaga. Dan usahakan selalu melakukan olahraga secara teratur. Video: Dok. Instagram Kementerian Kesehatan RI/@kemenkes_ri)
 

2. Pilih makanan yang disuka


Bola menuruti keinginan, temtu semua makanan yang terhidang saat Lebaran ingin kita santap. Namun, untuk mencegah agar tidak berlebiham, terutama bagi orang yang memiliki penyakit diabetes, kolesterol, atau asam urat, sebaiknya pilih satu jenis makanan saja. 

Pilih makanan yang benar-benar ingin dinikmati dan makan dalam porsi secukupnya. "Orang-orang yang memiliki penyakit (tidak menular) harus bisa mengerem agar tetap di jalurnya. Artinya mana makanan yang paling kita inginkan. Pilih satu saja," imbuh dr. Ning.
 

3. Jangan 'balas dendam'


Usai berpuasa Ramadan, biasanya orang menjadi hilang kontrol saat menikmati sajian Lebaran. Sebaiknya berhenti makan sebelum kenyang dan ambil makanan yang ingin dinikmati. Bila memiliki penyakit penyerta, kendalikan diri. Ingat, jangan sampai selesai makan berlebihan, kamu justru sakit setelahnya. Jaga dan atur pola makan, jangan berpikir ada obat yang bisa dikonsumsi.
 

4. Gaya hidup sehat


Banyak orang yang mengalami kenaikan berat badan setelah Lebaran. Ini tentu bisa berdampak juga pada kesehatan secara umum, terlebih bagi mereka yang memiliki PTM. Meskipun makan banyak dalam satu hari tidak membuat gemuk, namun tetap bisa berpengaruh terhadaolp kolesterol, diabetes, atau asam urat. Jadi, pola makan harus tetap dikendalikan!

Penerapan olahraga yang teratur juga harus dilakukan. Minimal 30 menit dalam satu hari. Selain tubuh bugar, olahraga membuat tubuh menghasilkan hormon endorfin yang membuat suasana hati meningkat dan menurunkan stres. "Dengan olahraga, metabolisme lebih lancar dan sistem imun lebih baik," imbuh dr. Ning.
 

5. Lakukan deteksi dini


Bagi orang yang berusia 25 tahun ke atas, bisa lakukan check up setiap enam bulan atau satu tahun untuk medicak check up PTM. Seperti yang dikatakan dr. Ning, penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol jarang ada gejala yang jelas. 

Kenaikan gula darah pun kadang tidak memiliki gejala khusus. Tidak semua orang mengalami sakit kepala saat mengalami hipertensi. "Ini yang bisa membahayakan!" tegas dr. Ning mengingatkan.

(TIN)

MOST SEARCH