FITNESS & HEALTH

Penelitian Menunjukan Ekskul Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja

Raka Lestari
Rabu 18 November 2020 / 12:05
Jakarta: Selain kesehatan fisik, kesehatan mental adalah hal yang perlu dijadikan prioritas orang mulai dari anak-anak, orang tua, atau bahkan remaja. Untuk remaja, ini bisa didapatkan dengan mengikuti ekskul atau ekstrakurikuler. Kira-kira apa kaitannya ya?

Dikutip dari Science Daily, sebuah studi baru dari para peneliti UBC menemukan bahwa remaja, terutama perempuan, memiliki kesehatan mental yang lebih baik ketika mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Seperti olahraga dan seni, dan lebih sedikit waktu di depan layar.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Preventive Medicine, menemukan bahwa menghabiskan kurang dari dua jam per hari waktu menggunakan layar (seperti menjelajahi internet, bermain video game, dan menggunakan media sosial) dikaitkan dengan tingkat kepuasan hidup dan optimisme yang lebih tinggi.

Tak hanya itu studi ini juga menemukan bahwa tingkat kecemasan gejala depresi jadi lebih rendah dengan mengurangi jam di depan layar terutama di kalangan anak perempuan. Demikian pula, partisipasi ekstrakurikuler dikaitkan dengan hasil kesehatan mental yang lebih baik.

"Meskipun kami melakukan penelitian ini sebelum pandemi covid-19, temuan ini sangat relevan sekarang ketika remaja mungkin menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar di waktu luang mereka jika akses ke kegiatan ekstrakurikuler. Seperti program olahraga dan seni dibatasi karena covid-19, "kata penulis utama studi tersebut Eva Oberle, asisten profesor di Human Early Learning Partnership di sekolah populasi dan kesehatan masyarakat UBC. 

"Temuan kami menyoroti kegiatan ekstrakurikuler sebagai aset untuk kesejahteraan mental remaja. Menemukan cara yang aman bagi anak-anak dan remaja untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan ini selama masa sekarang mungkin menjadi cara untuk mengurangi waktu layar dan meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan,’’lanjutnya,


Temuan dari studi ini


- Remaja yang berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk terlibat dalam kegiatan rekreasi berbasis layar selama dua jam atau lebih setelah sekolah.

- Mengambil bagian dalam kegiatan ekstrakurikuler dikaitkan dengan tingkat kepuasan hidup dan optimisme yang lebih tinggi, dan tingkat kecemasan dan gejala depresi yang lebih rendah.

- Waktu layar yang lebih lama (lebih dari dua jam sehari) dikaitkan dengan tingkat kepuasan hidup dan optimisme yang lebih rendah, dan tingkat kecemasan dan gejala depresi yang lebih tinggi.

- Perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan, dengan waktu layar yang lebih lama berdampak negatif terhadap kesehatan mental anak perempuan lebih signifikan daripada anak laki-laki.

- Di antara anak laki-laki dan perempuan, kesehatan mental paling kuat ditemukan ketika remaja berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dan menghabiskan waktu kurang dari dua jam di layar.

Oberle mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meneliti mengapa efek negatif dari waktu layar lebih merugikan anak perempuan daripada anak laki-laki. Dia juga berharap untuk memfokuskan penelitian di masa mendatang tentang efek dari berbagai jenis waktu di depan layar.
(YDH)

MOST SEARCH